KPK Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, Amankan Uang dan Perhiasan

SOLO, MENIT LALU – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja merangsek masuk ke kediaman pribadi dan ruang kerja Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam operasi senyap yang berujung pada pen...

Jul 16, 2026 - 05:13
0 0
KPK Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, Amankan Uang dan Perhiasan

SOLO, MENIT LALU – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja merangsek masuk ke kediaman pribadi dan ruang kerja Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam operasi senyap yang berujung pada penyitaan uang tunai dalam jumlah besar serta tumpukan perhiasan bernilai fantastis.

Penggeledahan yang berlangsung sejak subuh ini mengejutkan warga sekitar. Tim KPK yang mengenakan rompi khas bergerak cepat ke dua lokasi sekaligus – rumah dinas di Jalan Veteran dan kantor bupati di Kompleks Perkantoran Pemkab Sukoharjo. Barang bukti yang disita langsung dimasukkan ke dalam koper besi dan dibawa menggunakan kendaraan khusus.

Kronologi Operasi Tiba-tiba

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 05.30 WIB, sedikitnya 8 personel KPK sudah tiba di kediaman bupati. Mereka langsung melakukan sterilisasi dan meminta seluruh penghuni rumah untuk tetap tenang. Tidak ada perlawanan berarti. Proses penggeledahan di rumah tersebut memakan waktu hampir 4 jam.

Dari dalam rumah, petugas mengamankan beberapa brankas kecil berisi uang rupiah dan dolar Singapura, perhiasan emas batangan, cincin berlian, dan dokumen penting yang diduga terkait aliran dana proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Saksi mata melaporkan melihat petugas mengeluarkan kontainer plastik transparan yang dipenuhi uang pecahan besar.

Bersamaan dengan itu, tim lain menyisir ruang kerja Etik di kantor bupati. Di sana, penyidik menemukan lebih banyak dokumen kontrak, catatan keuangan pribadi, dan beberapa flashdisk. Semua barang bukti langsung disegel di tempat.

Dugaan Korupsi yang Melatari

Langkah agresif KPK ini tidak datang tiba-tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, lembaga antirasuah itu memang tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Sukoharjo tahun anggaran 2023-2024. Etik diduga menggunakan jabatannya untuk mengarahkan pemenang tender ke perusahaan-perusahaan tertentu dan menerima imbalan dalam bentuk tunai serta barang mewah.

Sejumlah proyek infrastruktur yang mencuat dalam penyelidikan antara lain pembangunan jalan lingkar, revitalisasi pasar tradisional, dan pengadaan alat kesehatan di rumah sakit daerah. Nilai total kontrak yang dipermasalahkan ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Pola yang diungkap penyidik menunjukkan adanya markup anggaran dan pemotongan pembayaran yang alirannya masuk ke rekening penampungan yang dikendalikan oleh orang kepercayaan bupati. Uang tersebut kemudian dicairkan secara bertahap dan sebagian disimpan dalam bentuk aset fisik seperti emas dan perhiasan untuk menyamarkan jejak.

Respons Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, Etik Suryani belum memberikan pernyataan resmi. Kuasa hukumnya yang dihubungi hanya mengkonfirmasi bahwa kliennya kooperatif selama proses penggeledahan. Sementara itu, KPK melalui juru bicaranya menyatakan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

“Kami akan terus mendalami setiap temuan. Barang bukti yang disita akan dianalisis untuk mengungkap jaringan dan aktor lain yang terlibat,” ujar sumber internal KPK yang enggan disebut namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Sukoharjo juga dikabarkan sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Ada indikasi kuat bahwa praktik korupsi ini melibatkan lebih dari satu orang dan sudah berlangsung sejak periode sebelumnya.

Langkah Hukum Selanjutnya

Setelah penggeledahan, tim KPK akan melakukan inventarisasi dan verifikasi seluruh barang bukti di laboratorium forensik. Jika bukti dianggap cukup, tersangka baru akan diumumkan secara resmi bersamaan dengan penahanan. Etik Suryani terancam dijerat dengan pasal suap dan pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Publik Sukoharjo kini menanti kejelasan nasib bupati perempuan pertama di daerah itu. Sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar aksi damai untuk mendukung penuntasan kasus ini. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah disebut-sebut akan segera menunjuk pelaksana harian guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

KPK sendiri belum mau berspekulasi kapan penetapan tersangka akan dilakukan. Namun, dengan banyaknya barang bukti yang sudah disita, pengumuman resmi diperkirakan tidak akan lama lagi. Pantau terus Beritatercepat untuk update eksklusif dari kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User