KPK Dinilai Lemah Cegah Korupsi, Deddy Sitorus Soroti OTT Berantun Dua Bupati
Beritatercepat.com, Jakarta – Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali mencuatkan kritik terhadap strategi pemberantasan korupsi. Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitoru
Beritatercepat.com, Jakarta – Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali mencuatkan kritik terhadap strategi pemberantasan korupsi. Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menyoroti penangkapan beruntun terhadap Bupati Langkat dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Deddy, yang merupakan anggota Komisi II DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, menilai maraknya OTT justru menjadi indikator kegagalan fungsi pencegahan. Ia menyentil keras kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianggap hanya bertumpu pada penindakan.
“Maraknya OTT itu bagi saya menunjukkan betapa lemahnya KPK dalam urusan pencegahan korupsi sehingga penegakan hukumnya mayoritas melalui aksi OTT. Menurut saya ini kelemahan struktural dan sistemik dalam upaya KPK untuk memberantas korupsi,” ungkap Deddy kepada awak media, Minggu (5/7/2026).
Menurut laporan yang dihimpun media kami, kritik ini menyusul dua operasi senyap yang menjerat Bupati Kuansing dan Bupati Langkat secara beruntun dalam kurun waktu singkat. Pola penangkapan yang hampir serupa itu dinilai Deddy sebagai bukti bahwa pendekatan preventif lembaga antirasuah belum berjalan optimal.
Deddy menekankan bahwa persoalan korupsi harus diselesaikan dari hulu. Tanpa perbaikan sistem pengawasan dan pencegahan yang masif, ia memprediksi aksi tangkap tangan akan terus berulang. “Jika hulunya tidak diperkuat, OTT hanya akan menjadi siklus tanpa akhir,” tegasnya.
Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik terhadap efektivitas KPK dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih. Publik pun menanti respons lembaga antirasuah tersebut terkait strategi jangka panjang agar para kepala daerah tidak terus terperosok dalam pusaran korupsi.
Comments (0)