BREAKING — DETIK INI JUGA: Komunitas Pajero One Jawa Timur akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, menyusul kecaman luas dari pengguna jalan yang merasa terancam oleh aksi konvoi mereka di ruas tol Jatim. Permintaan maaf yang dipublikasikan pagi ini menjadi puncak dari eskalasi keluhan yang bermula dari unggahan video dashcam di media sosial pada Minggu (26/7/2026).
Kronologi Insiden
Berdasarkan laporan saksi mata, puluhan unit Mitsubishi Pajero Sport berkumpul di rest area Km 718 sebelum memulai konvoi menuju Surabaya. Sekitar pukul 07.30 WIB, rombongan memasuki Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Tanpa peringatan, mereka langsung mengunci lajur kanan dan mempertahankan posisi tersebut sepanjang perjalanan.
Beberapa pengemudi yang berada di belakang rombongan mengklaim bahwa kecepatan konvoi berkisar 100–120 km/jam. Ketika ada kendaraan yang mencoba menyalip dari lajur tengah, anggota konvoi kerap melakukan manuver tiba-tiba untuk tetap mempertahankan formasi. Situasi ini menciptakan titik-titik nyaris celaka di sepanjang ruas tol sejauh 30 kilometer.
Salah satu pemilik dashcam, Rizky (34), menceritakan pengalamannya kepada reporter kami. “Saya terpaksa mengerem mendadak tiga kali karena mobil di depan zig-zag. Jantung terasa copot. Itu bukan konvoi, itu pembalap liar,” ujarnya dengan nada kesal.
Gelombang Protes dan Viral di Media Sosial
Unggahan video berdurasi 2 menit 14 detik yang menampilkan pelat nomor salah satu unit Pajero langsung menyebar di Twitter, Instagram, dan grup WhatsApp. Dalam hitungan jam, cuplikan tersebut ditonton lebih dari 500.000 kali dan menuai ribuan komentar pedas.
- Dominasi Lajur Kanan: Netizen menyoroti kebiasaan buruk mengunci lajur overtaking tanpa alasan darurat.
- Sikap Arogan: Beberapa pengendara lain yang mencoba menghidupkan lampu sein justru dibalas dengan klakson panjang.
- Kecepatan Tidak Aman: Rekaman menunjukkan speedometer kendaraan pelapor yang berada di lajur tengah sudah menyentuh 105 km/jam, sementara konvoi di kanan melaju lebih kencang.
- Potensi Kecelakaan Beruntun: Warganet mengecam risiko tinggi yang ditimbulkan, mengingat volume lalu lintas akhir pekan cukup padat.
Tagar #PajeroUgalUgalan dan #TolJatim sempat menempati trending topic regional. Mayoritas komentar mendesak polisi untuk menindak tegas pelanggaran tersebut.
Respons Komunitas: Permintaan Maaf dan Janji Evaluasi
KONFIRMASI — Tepat pukul 10.15 WIB, akun Instagram resmi @pajeroonejatim mengunggah video klarifikasi berdurasi 3 menit. Dalam video tersebut, Ketua Umum Komunitas, yang memperkenalkan diri sebagai Bro Heru, menyampaikan permintaan maaf dengan nada serius. Ia mengakui bahwa prosedur pengawalan konvoi internal kurang ketat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
“Atas nama keluarga besar Pajero One Jatim, kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jalan yang terganggu. Tidak ada maksud untuk menguasai lajur atau mengintimidasi pengemudi lain. Kami telah mengevaluasi panitia kegiatan dan akan memberlakukan sanksi bagi anggota yang terbukti melanggar aturan,” demikian pernyataan Bro Heru.
Lebih lanjut, ia berjanji bahwa setiap konvoi di masa mendatang akan dilengkapi dengan surat pemberitahuan resmi ke kepolisian, pembatasan kecepatan, serta penunjukan marshall yang bertanggung jawab mengatur ritme perjalanan. Komunitas juga akan menggelar pertemuan internal untuk menyusun kode etik konvoi yang lebih ketat.
Tindakan Kepolisian dan Imbauan
Pihak Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim telah mengantongi identitas beberapa kendaraan berdasarkan pelat nomor yang terekam. Kasatlantas, melalui pesan singkat, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil pemilik kendaraan untuk dimintai klarifikasi. Jika ditemukan pelanggaran lalu lintas seperti mengemudi di bahu jalan atau membahayakan pengguna lain, sanksi tilang hingga pencabutan SIM dapat diterapkan.
Sementara itu, Jasa Marga selaku pengelola tol mengimbau kepada seluruh komunitas otomotif untuk mematuhi aturan lajur dan menjaga jarak aman. “Lajur kanan hanya untuk mendahului. Mengunci lajur tersebut melanggar UU Lalu Lintas dan dapat dikenai pidana,” tegas juru bicara Jasa Marga.
UPDATE — Hingga berita ini diturunkan, situasi di ruas tol Sumo sudah kembali normal. Tim patroli diterjunkan di titik rawan untuk mencegah kejadian serupa. Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seputar insiden ini. Tetap pantau Detik Ini Juga.
Comments (0)