Komnas Perempuan Kecam Kebijakan Populasi yang Objektifikasi Wanita

JAKARTA — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) melontarkan kecaman keras terhadap kebijakan pengendalian penduduk pemerintah yang dinilai menempatkan perempuan semata...

Jul 16, 2026 - 16:35
0 0
Komnas Perempuan Kecam Kebijakan Populasi yang Objektifikasi Wanita

JAKARTA — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) melontarkan kecaman keras terhadap kebijakan pengendalian penduduk pemerintah yang dinilai menempatkan perempuan semata-mata sebagai objek program. Lembaga ini menegaskan, pendekatan keluarga berencana (KB) yang selama ini dijalankan sarat beban gender dan mengabaikan hak asasi kaum hawa.

Kecaman tersebut disampaikan menyusul evaluasi pelaksanaan program nasional yang menurut Komnas Perempuan hanya menjadikan tubuh perempuan sebagai sasaran utama intervensi, tanpa melibatkan pasangan laki-laki secara setara. “Kebijakan ini adalah bentuk diskriminasi sistemik yang harus segera diakhiri,” tegas perwakilan Komnas Perempuan dalam pernyataan resminya.

Komnas Perempuan merinci sejumlah temuan yang menjadi dasar kritik tajam tersebut. Pertama, mayoritas metode kontrasepsi yang ditawarkan program pemerintah hanya diperuntukkan bagi perempuan, seperti suntik, pil, implan, hingga sterilisasi tubektomi. Kedua, partisipasi laki-laki dalam program KB masih sangat rendah karena minimnya pilihan alat kontrasepsi pria yang disediakan secara gratis. Ketiga, masih ditemukan praktik pemaksaan atau tekanan terhadap perempuan untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang demi memenuhi target angka kelahiran.

Fakta Kunci Program Berat Sebelah

  • Beban sepihak: Lebih dari 80 persen akseptor KB adalah perempuan; laki-laki hanya segelintir yang menjalani vasektomi.
  • Minim konseling: Petugas lapangan kerap hanya mengejar angka tanpa memberikan edukasi menyeluruh tentang efek samping dan hak memilih.
  • Target nasional: Indikator keberhasilan program hanya terpaku pada penurunan total fertility rate, bukan kesejahteraan reproduksi perempuan.
  • Kesehatan terabaikan: Keluhan efek samping kontrasepsi hormonal sering tidak ditangani serius dan dianggap sebagai "konsekuensi biasa".

Dampak Langsung pada Tubuh dan Jiwa Perempuan

Menurut Komnas Perempuan, kebijakan yang bias gender ini memicu serangkaian dampak buruk. Perempuan mengalami gangguan kesehatan reproduksi seperti perdarahan tidak teratur, kenaikan berat badan drastis, hingga risiko kanker tertentu tanpa pendampingan medis yang memadai. Beban ini diperparah oleh stigma sosial yang menyalahkan perempuan apabila program KB gagal. “Akibatnya, perempuan tidak hanya menjadi korban kebijakan tetapi juga korban budaya patriarki,” lanjut sumber di Komnas Perempuan.

Lembaga tersebut juga mencatat, minimnya keterlibatan laki-laki dalam pengendalian kelahiran melanggengkan ketimpangan relasi kuasa dalam rumah tangga. Perempuan diharuskan menanggung segala risiko kontrasepsi, sementara suami atau pasangan bebas dari tanggung jawab. Ini, kata Komnas Perempuan, adalah bentuk pengingkaran terhadap prinsip keadilan reproduksi yang dijamin konstitusi.

Desakan Revisi Total Kebijakan

Menanggapi temuan ini, Komnas Perempuan mendesak pemerintah untuk segera merevisi total kebijakan pengendalian penduduk. Beberapa tuntutan yang disuarakan meliputi pelibatan aktif laki-laki dalam seluruh program KB melalui pengembangan dan penyediaan kontrasepsi pria yang aman, pelatihan tenaga kesehatan berbasis hak asasi manusia, serta penghapusan target nasional yang bersifat kuantitatif dan memaksa.

“Negara wajib hadir untuk memastikan setiap program pembangunan, termasuk pengendalian penduduk, tidak melahirkan ketidakadilan baru bagi perempuan,” pungkas Komnas Perempuan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) maupun Kementerian Kesehatan terkait kritik tersebut. Komnas Perempuan menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga terjadi perubahan fundamental.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User