Sep 17, 2026
Nasional

Komnas HAM Minta KSP Dorong Penghentian Kekerasan di Papua

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Kantor Staf Presiden (KSP) untuk segera mengomunikasikan langkah-langkah strategis kepada

Komnas HAM Minta KSP Dorong Penghentian Kekerasan di Papua

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Kantor Staf Presiden (KSP) untuk segera mengomunikasikan langkah-langkah strategis kepada Presiden terkait eskalasi konflik di Tanah Papua. Lembaga independen ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan tingkat tinggi guna memutus rantai kekerasan serta memastikan perlindungan optimal bagi warga sipil di wilayah rentan tersebut.

Desakan tersebut mencuat seiring masih berulangnya insiden kontak senjata yang tidak hanya menelan korban jiwa dari pihak aparat keamanan dan kelompok bersenjata, namun juga menyasar masyarakat sipil, tenaga pendidik, pekerja medis, hingga memicu gelombang pengungsi internal (internally displaced persons).

Kronologi dan Dorongan Strategis Penanganan Papua

Dalam upayanya mengurai kebuntuan penanganan konflik, Komnas HAM merinci serangkaian langkah komunikasi dan advokasi yang perlu segera difasilitasi oleh KSP kepada pembuat kebijakan utama di Istana Kepresidenan:

  1. Tahap Pemetaan dan Evaluasi Keamanan: Komnas HAM menyampaikan data termutakhir terkait titik-titik eskalasi konflik di berbagai kabupaten rawan, mendesak evaluasi terhadap pola pengamanan terpadu agar lebih proporsional dan akuntabel.
  2. Konsolidasi Komunikasi Lintas Sektor: Meminta KSP menjadi jembatan diplomasi kebijakan antara kementerian/lembaga pertahanan-keamanan dengan presiden demi memprioritaskan pendekatan kesejahteraan dan hukum yang berkeadilan.
  3. Perumusan Mekanisme Penghentian Permusuhan: Mendorong pembentukan instrumen dialog kemanusiaan berkala yang mengutamakan keselamatan warga sipil di atas segala bentuk kepentingan sektoral.
"Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden memiliki peran krusial dalam mempercepat arahan presiden terkait tata kelola keamanan Papua. Kebijakan komprehensif yang berakar pada perlindungan hak asasi manusia adalah satu-satunya jalan menuju stabilitas berkelanjutan di Bumi Cendrawasih," tegas perwakilan Komnas HAM.

Empat Poin Kunci Rekomendasi Komnas HAM

Guna meredam eskalasi kekerasan yang terus berulang, Komnas HAM menyodorkan empat rekomendasi fundamental yang wajib segera ditindaklanjuti pemerintah pusat:

  • Perlindungan Menyeluruh terhadap Warga Sipil: Memastikan jalur evakuasi aman, fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas steril dari konflik bersenjata, serta bantuan logistik terdistribusi tanpa hambatan bagi ribuan pengungsi.
  • Transparansi dan Akuntabilitas Penegakan Hukum: Mengusut tuntas seluruh tindak kekerasan dan dugaan pelanggaran HAM secara imparsial guna membangun kembali kepercayaan publik Papua terhadap institusi negara.
  • Optimalisasi Pendekatan Sosio-Kultural: Mengedepankan peran tokoh adat, gereja, dan tokoh perempuan Papua dalam setiap perumusan kebijakan penyelesaian konflik lokal.
  • Dialog Terbuka dan Damai: Menjadikan dialog kemanusiaan sebagai strategi primer guna mencapai resolusi jangka panjang yang bermartabat tanpa perluasan operasi tempur yang eksesif.

KSP diharapkan dapat segera membawa agenda prioritas ini langsung ke meja kerja Presiden, agar kebijakan nasional yang berorientasi pada penghormatan harkat dan martabat kemanusiaan di Papua dapat diimplementasikan secara terukur dan berkesinambungan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Kantor Staf Presiden mengomunikasikan langkah pengurangan kekerasan di Papua langsung kepada Presiden. Pendekatan dialogis dan perlindungan warga sipil ditegaskan sebagai kunci utama penyelesaian konflik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User