KLH Gerakkan 25 Ribu Jiwa Tanam 1 Juta Mangrove Serentak

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 berlangsung tanpa seremoni panjang. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) justru menerjunkan 25.000 relawan untuk menanam 1 juta bibit mangrove secara serentak. Aksi...

Jul 27, 2026 - 21:41
0 0
KLH Gerakkan 25 Ribu Jiwa Tanam 1 Juta Mangrove Serentak

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 berlangsung tanpa seremoni panjang. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) justru menerjunkan 25.000 relawan untuk menanam 1 juta bibit mangrove secara serentak. Aksi ini menyasar 364,11 hektare pesisir di berbagai provinsi. Seluruh operasi dikonfirmasi langsung oleh pusat komando KLH.

Rekor Baru Partisipasi Warga

Angka 25.000 peserta bukan sekadar simbol. Ini adalah mobilisasi lingkungan terbesar yang digalang kementerian tahun ini. Mereka berasal dari pelajar, mahasiswa, komunitas hijau, serikat pekerja, hingga warga biasa. Data resmi KLH menunjukkan 364,11 hektare lahan kritis akan tertutupi mangrove baru.

Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli. KLH memilih aksi tanam sejuta mangrove sebagai puncak kegiatan. Tidak ada pidato bertele-tele. Ribuan relawan sudah memegang bibit sejak pukul 07.00 pagi.

Tahun ini, KLH menetapkan tema 'Bersama Pulihkan Pesisir'. Dua belas provinsi pesisir berpartisipasi: Aceh, Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setiap titik penanaman dikomandoi koordinator lokal.

Peserta dari Segala Lapisan

Siapa yang turun langsung?

  • Pelajar dan mahasiswa: ribuan pelajar sekolah pesisir dan mahasiswa kehutanan dikerahkan.
  • Komunitas lingkungan: pegiat mangrove, kelompok pecinta alam, dan LSM hijau turun tanpa diminta.
  • Serikat pekerja: buruh pabrik dan pekerja tambak menunjukkan solidaritas ekologis.
  • Masyarakat umum: nelayan, ibu rumah tangga, dan tokoh adat bahu-membahu sejak pagi.

KLH membuka pendaftaran sejak awal Juli. Respons publik melampaui target awal 20.000 relawan. Panitia menutup registrasi pada H-5 karena kuota penuh.

Latar di Balik Angka 1 Juta

Indonesia adalah pemilik hutan mangrove terluas dunia. Namun kerusakannya juga paling cepat. Alih fungsi menjadi tambak dan penebangan liar menggerus ribuan hektare setiap tahun. Abrasi pantai mengancam puluhan desa pesisir. Satu juta mangrove baru adalah jawaban darurat.

Hutan mangrove menyerap karbon empat kali lebih banyak dari hutan tropis biasa. Akar-akarnya menjadi tempat ikan bertelur. Kepiting dan udang berkembang biak di sana. Ekonomi nelayan ikut membaik. Mangrove juga mencegah intrusi air laut dan menahan gelombang tsunami kecil. Studi terbaru menyebut setiap kilometer mangrove memangkas kerugian ekonomi akibat banjir pantai hingga 30 persen.

Bukan Sekadar Seremoni Tanam

KLH menekankan penanaman kali ini disertai rencana pemeliharaan jangka panjang. Setiap bibit akan dipantau selama 6 bulan. Relawan setempat ditugaskan menjaga lahan tanam. Pemerintah juga menggandeng swasta lewat dana tanggung jawab sosial. Beberapa BUMN telah menandatangani komitmen adopsi lahan. Targetnya: tingkat hidup bibit mencapai 85 persen dalam 3 tahun. Ini bukan sekadar seremoni tanam lalu ditinggalkan.

Benteng Hijau Masa Depan

Dengan 364 hektare tertanam, Indonesia menambah satu lagi ruang hijau pesisir. 25.000 warga yang terlibat pulang membawa kesadaran baru. KLH berjanji akan mengulangi aksi serupa pada 2027 dengan target 2 juta mangrove. Target rehabilitasi nasional 600.000 hektare mangrove hingga 2030 masih berjalan.

Sejuta mangrove kini berdiri. Ribuan relawan membuktikan: menyelamatkan bumi tidak butuh gelar, cukup kemauan dan sekop.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User