Kisah Jenal Abidin, dari Antrean Panjang TPS Rawajati hingga Sukses Kembangkan Usaha Lewat KUR BRI

Antrean motor pengangkut sampah mengular panjang di sepanjang jalan menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawajati, Jakarta Selatan. Siang itu, barisan kendaraan tampak lebih padat dari biasanya,

Jul 08, 2026 - 18:29
0 1
Kisah Jenal Abidin, dari Antrean Panjang TPS Rawajati hingga Sukses Kembangkan Usaha Lewat KUR BRI

Antrean motor pengangkut sampah mengular panjang di sepanjang jalan menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawajati, Jakarta Selatan. Siang itu, barisan kendaraan tampak lebih padat dari biasanya, bahkan merambat hingga mendekati area Stasiun Duren Kalibata. Bau tajam khas tumpukan limbah rumah tangga segera menyergap begitu kendaraan berbelok dari Jalan Raya Kalibata menuju kawasan TPS.

Di sisi kanan jalan, puluhan kendaraan pengangkut sampah berderet rapi. Para penariknya memilih duduk di atas trotoar, sebagian berteduh di bawah pohon, sembari menanti giliran menurunkan muatan. Di tengah kerumunan itu, Jenal Abidin terlihat duduk tenang. Pria itu datang lebih siang dari jadwal biasanya. Konsekuensinya, posisi kendaraannya kini terlempar jauh ke belakang dalam antrean yang tampak tak berujung.

Jenal bukanlah wajah baru di lingkungan ini. Selama bertahun-tahun, ia menggantungkan hidup dari mengangkut sampah rumah tangga di permukiman warga. Pekerjaan yang kerap dipandang sebelah mata itu justru menjadi tumpuan utama bagi keluarganya. Setiap hari, ia menyusuri gang-gang sempit, mengumpulkan kantong-kantong plastik berisi sisa dapur dan limbah rumah tangga, lalu membawanya ke TPS Rawajati.

Kondisi usahanya mulai berubah ketika ia memberanikan diri mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Suntikan modal itu menjadi titik balik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dengan dana KUR BRI, Jenal mampu membeli motor pengangkut sampah sendiri. Sebelumnya, ia harus menyewa kendaraan atau bekerja di bawah pengelola yang mengambil potongan cukup besar dari penghasilannya. Kini, motor milik pribadi memberinya keleluasaan penuh. Ia bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memperluas area operasi, dan yang paling penting, menikmati hasil kerja kerasnya secara utuh.

Dari hari ke hari, usaha pengangkutan sampah yang dirintis Jenal terus berkembang. Ia mulai merekrut beberapa tetangga untuk membantu operasional. Pelanggannya bertambah, tidak hanya dari perumahan warga biasa, melainkan juga dari warung-warung makan dan usaha kecil yang membutuhkan jasa angkut sampah rutin. Penghasilannya meningkat secara signifikan, memungkinkan dirinya menyekolahkan anak-anak dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Antrean panjang di TPS Rawajati siang itu tidak lagi terasa sebagai beban bagi Jenal. Di balik kemacetan dan bau menyengat, ia melihat simbol dari usahanya yang menggeliat. Setiap kantong sampah yang dibawanya adalah bukti dari kerja keras yang kini berbuah hasil. Program KUR BRI, kata dia, bukan sekadar fasilitas pinjaman, melainkan jembatan bagi wong cilik seperti dirinya untuk naik kelas.

Kisah Jenal menjadi potret nyata bagaimana akses terhadap permodalan mikro mampu mengubah nasib para pekerja informal. Di tengah tumpukan sampah ibu kota, tumbuh harapan dan kemandirian ekonomi yang menginspirasi. Laporan ini dihimpun oleh tim Beritatercepat.com dari TPS Rawajati, Jakarta Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User