Khofifah Dorong Muslimat NU Bertransformasi ke Dakwah Digital

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan percepatan transformasi digital di tubuh Muslimat Nahdlatul Ulama. Seruan itu disampaikan dalam pertemuan terbatas dengan pengurus ...

Jul 12, 2026 - 02:52
0 0
Khofifah Dorong Muslimat NU Bertransformasi ke Dakwah Digital

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan percepatan transformasi digital di tubuh Muslimat Nahdlatul Ulama. Seruan itu disampaikan dalam pertemuan terbatas dengan pengurus wilayah, Senin pagi. Ia menekankan bahwa dakwah harus menyesuaikan diri dengan pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat.

Akselerasi Literasi Digital

Khofifah menegaskan bahwa pandemi telah mengubah lanskap komunikasi keagamaan secara fundamental. Ceramah tatap muka yang dulu dominan kini mesti berdampingan dengan kanal digital. Ia meminta Muslimat NU segera memperkuat kapasitas kader dalam produksi konten video pendek, infografis, dan podcast. “Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengajian di masjid atau musala. Ruang digital adalah medan dakwah baru yang harus kita kuasai,” ujarnya.

Data internal organisasi menunjukkan baru 30 persen ranting Muslimat NU di Jawa Timur yang memiliki akun media sosial aktif. Khofifah menargetkan angka itu melonjak hingga 70 persen dalam dua tahun ke depan. Ia menekankan bahwa kehadiran digital bukan sekadar formalitas, melainkan sarana memperluas jangkauan pesan kebaikan ke generasi milenial dan Gen Z.

Pelatihan dan Infrastruktur

Untuk merealisasikan visi itu, Khofifah mendorong pembentukan tim siber di setiap cabang. Tim tersebut akan bertugas mengelola platform resmi, menyusun kalender konten, serta memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Pemprov Jatim, katanya, siap mendukung melalui program pelatihan intensif yang melibatkan praktisi media dan akademisi komunikasi.

Pada tahap awal, sebanyak 500 kader akan menerima beasiswa pelatihan digital marketing dan videografi. Mereka juga akan dibekali modul anti-hoaks untuk membentengi jemaah dari informasi menyesatkan. “Muslimat NU harus menjadi mercusuar kebenaran di tengah banjir informasi,” tegas Khofifah.

Selain itu, bantuan perangkat akan disalurkan ke cabang-cabang yang berada di daerah dengan keterbatasan sinyal. Pemerintah daerah berencana menyediakan akses internet gratis di titik-titik strategis, seperti balai desa dan ruang publik, guna mendukung konektivitas para kader.

Model Dakwah Kontekstual

Khofifah memberi contoh bagaimana dakwah digital dapat dikemas secara segar. Ia merujuk pada akun-akun yang mengangkat tema fikih keseharian melalui format reels jenaka namun sarat makna. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru lebih mudah dicerna tanpa mengurangi bobot substansi. Ia juga mengingatkan agar konten tetap berpijak pada prinsip tawassuth dan i’tidal.

Senada dengan itu, ia meminta pengurus pusat segera menyusun panduan etika bermedia sosial bagi seluruh anggota. Aturan itu akan mencakup batasan interaksi, tata cara menanggapi perbedaan, serta larangan menyebarkan ujaran kebencian. Dengan begitu, ekspansi ke ranah daring tidak mengorbankan adab dan moralitas yang selama ini dijaga.

Respons Positif Pengurus

Ketua Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid, menyambut baik arahan Gubernur. Ia menyebut rencana transformasi digital sejalan dengan program prioritas organisasi tahun ini. Menurutnya, pandemi lalu menjadi pelajaran berharga saat banyak kegiatan tatap muka terhenti, namun justru mendorong kreativitas di dunia maya. “Kami akan segera memetakan potensi dan kendala di setiap daerah agar program ini berjalan efektif,” ucapnya.

Beberapa peserta yang hadir mengaku antusias meski menyadari tantangan literasi di kalangan anggota senior. Mereka berharap ada pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sekali jadi. Khofifah menanggapi dengan menjanjikan sistem mentor sebaya, di mana kader muda mendampingi seniornya secara bergiliran.

Pertemuan itu ditutup dengan demonstrasi pembuatan konten langsung oleh tim komunikasi kepemerintahan. Peserta diajak merekam video singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman—sebuah simulasi yang memicu gelak tawa sekaligus semangat baru untuk segera terjun ke dunia digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User