Kemensos Gencarkan ATENSI, Para Tersayang Jombang Diberdayakan

BARU SAJA — Kementerian Sosial melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar aksi langsung di Jombang. Puluhan penyandang disabilitas yang akrab disapa “Para Tersayang” menerima pendampingan i...

Jul 12, 2026 - 09:40
0 0
Kemensos Gencarkan ATENSI, Para Tersayang Jombang Diberdayakan

BARU SAJA — Kementerian Sosial melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar aksi langsung di Jombang. Puluhan penyandang disabilitas yang akrab disapa “Para Tersayang” menerima pendampingan intensif lewat program ATENSI. Bantuan disalurkan pagi ini, menandai babak baru pemberdayaan ekonomi berbasis kerajinan tangan.

Lokasi dan Penerima

Kegiatan berlangsung di sentra rehabilitasi sosial daerah Jombang. Sekitar 45 orang dari berbagai usia hadir. Mereka merupakan penerima manfaat yang sebelumnya terdata memiliki potensi produktif. Para difabel ini menunjukkan keterampilan tinggi dalam mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai jual.

KONFIRMASI: Ketua DWP Kemensos menyatakan program ini dirancang untuk memutus rantai ketergantungan. “Mereka mampu, hanya butuh akses dan dukungan alat. Hari ini kami penuhi itu,” ujarnya di sela penyerahan bantuan.

Detil Bantuan

Bantuan yang disalurkan bersifat multi-item, disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing penerima. Paket tersebut meliputi mesin jahit industri, alat sablon digital, bahan baku kulit sintetis, hingga perlengkapan ukir kayu. Seluruh alat baru dan disertai pelatihan operasional.

Seorang penerima manfaat, Siti (38), penyandang tuna daksa, langsung mendemonstrasikan kemampuannya menjahit dompet dari kain perca. “Sebelumnya saya hanya pakai alat manual. Sekarang mesin listrik, hasilnya lebih rapi dan cepat,” katanya haru.

Nilai total bantuan diperkirakan mencapai Rp240 juta. Dana bersumber dari APBN dan donasi anggota DWP. Penyaluran diawasi langsung oleh Inspektorat Jenderal Kemensos untuk memastikan tidak ada kebocoran atau penyimpangan.

Potensi Ekonomi

Data sementara dari Dinas Sosial setempat menunjukkan produk kerajinan difabel Jombang telah menembus pasar ritel di Surabaya dan Malang. Dengan bantuan alat modern, kapasitas produksi diprediksi naik tiga kali lipat. Sektor ini dinilai mampu menopang ekonomi keluarga sekaligus menekan angka pengangguran di kalangan kelompok rentan.

UPDATE: Sebanyak 15 orang di antaranya akan langsung terhubung dengan platform e-commerce binaan Kemensos. Langkah ini agar penjualan tidak lagi bergantung pada tengkulak. Kontrak kerja sama dengan dua UMKM besar juga tengah dirumuskan.

Pelatihan dan Monitoring

Program ini bukan sekadar bagi alat. DWP mengirimkan instruktur profesional untuk memberikan pelatihan selama dua pekan ke depan. Materi meliputi pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, dan kontrol kualitas produk. Evaluasi akan dilakukan setiap bulan untuk memantau perkembangan omzet para penerima.

WASPADA: Petugas siaga di lokasi membentuk posko pengaduan 24 jam. Masyarakat diminta melapor jika menemukan kendala distribusi atau dugaan penyelewengan bantuan.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung. Rombongan DWP dijadwalkan meninjau pameran produk langsung sore ini. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen negara yang tak hanya memberi ikan, tapi juga pancing dan kolam utuh bagi para tersayang di Jombang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User