Sep 17, 2026
Hukum

Kemenparekraf Catat 58,34 Persen Wisman Nikmati Wisata Kuliner di Indonesia

JAKARTA — Sektor gastronomi Nusantara kian memantapkan posisinya sebagai pilar utama penarik devisa negara. Data survei terbaru menunjukkan bahwa sebanyak

Kemenparekraf Catat 58,34 Persen Wisman Nikmati Wisata Kuliner di Indonesia

JAKARTA — Sektor gastronomi Nusantara kian memantapkan posisinya sebagai pilar utama penarik devisa negara. Data survei terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 58,34 persen wisatawan mancanegara (wisman) secara aktif menikmati dan mencari pengalaman wisata kuliner selama berada di Indonesia. Makanan lokal kini tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan logistik pelengkap perjalanan, melainkan menjadi motivasi primer yang memandu agenda kunjungan para pelancong global.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggarisbawahi bahwa pergeseran tren preferensi wisatawan ini mengubah lanskap promosi pariwisata nasional secara signifikan dari destinasi visual menuju pengalaman sensorik autentik.

Kronologi Transformasi Perjalanan Wisata Kuliner Nusantara

Evolusi minat turis asing terhadap sajian makanan tradisional Indonesia berkembang melalui serangkaian fase strategis dalam beberapa tahun terakhir:

  1. Periode Pengenalan Global (2018–2020): Makanan khas seperti rendang, nasi goreng, dan sate mulai masuk daftar kuliner terlezat dunia, memicu rasa penasaran komunitas pencinta kuliner mancanegara.
  2. Fase Digitalisasi dan Ulasan Viral (2021–2023): Paparan konten digital melalui media sosial dan liputan pembuat konten internasional mempercepat popularitas warung lokal dan jajanan kaki lima di pasar global.
  3. Era Dominasi Gastronomi Terpadu (2024–Sekarang): Sebanyak 58,34 persen wisman secara terencana memasukkan eksplorasi cita rasa lokal ke dalam rencana perjalanan mereka setibanya di berbagai pintu masuk destinasi Indonesia.
"Kuliner telah bertransformasi menjadi identitas budaya yang sangat bernilai tinggi. Turis asing tidak hanya ingin melihat keindahan alam, tetapi juga ingin merasakan cerita di balik rempah-rempah dan teknik memasak tradisional kita," ujar perwakilan asosiasi promosi pariwisata nasional di Jakarta.

Faktor Pendorong Minat Wisatawan Asing

Tingginya antusiasme pelancong global terhadap hidangan Nusantara dipengaruhi oleh sejumlah pemicu keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia, antara lain:

  • Keanekaragaman Rempah Autentik: Kekayaan bumbu tradisional menghadirkan kompleksitas rasa yang unik dan jarang ditemui di belahan dunia barat.
  • Aksesibilitas dan Ragam Pilihan: Ketersediaan makanan mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran berbintang dengan variasi harga yang sangat kompetitif.
  • Pengalaman Budaya Imersif: Turis menikmati interaksi sosial secara langsung dengan masyarakat lokal saat mencicipi makanan di pasar tradisional maupun sentra kuliner malam.

Strategi Standardisasi dan Diplomasi Gastronomi

Menanggapi tingginya proporsi wisman yang tertarik pada kuliner lokal, pemerintah bersama pemangku kepentingan industri hospitality kini mempercepat program standarisasi kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan (CHSE). Langkah ini ditujukan untuk memberikan jaminan kenyamanan ekstra bagi turis tanpa mengurangi keaslian cita rasa lokal.

Di samping itu, penguatan program diplomasi gastronomi melalui kampanye Indonesia Spice Up the World terus digencarkan guna menghubungkan industri rempah hulu dengan ekosistem restoran hilir, memastikan dampak ekonomi dari 58,34 persen wisman tersebut dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di seluruh pelosok Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User