Kemenkumham DKI: Jangan Seret Isu SARA dalam Bentrokan Menteng

Seruan Resmi Menjaga Harmoni Pascabentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta langsung memberikan seruan tegas. Pihaknya mem...

Jul 28, 2026 - 09:31
0 0
Kemenkumham DKI: Jangan Seret Isu SARA dalam Bentrokan Menteng

Seruan Resmi Menjaga Harmoni

Pascabentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta langsung memberikan seruan tegas. Pihaknya meminta seluruh warga menahan diri dan tidak mengaitkan peristiwa tragis itu dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan. Menurut Kemenkumham DKI, potensi munculnya narasi kebencian yang bisa memecah belah persatuan sangat nyata apabila insiden ini dipelintir menjadi konflik identitas. Imbauan ini disampaikan guna meredam tensi di tengah masyarakat yang masih bergolak pascainsiden.

Kemenkumham DKI menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di depan hukum, sehingga konflik tidak boleh dilihat dari kacamata primordial. Pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuka pendapat, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memperuncing keadaan. “Kami mengajak seluruh warga DKI Jakarta, khususnya yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk menahan diri. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang sumbernya tidak jelas,” ujar perwakilan Kemenkumham DKI dalam keterangan tertulisnya. Instansi ini juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan hak-hak korban dan masyarakat terlindungi.

Menolak Politisasi dan Provokasi

Bentrokan maut di Menteng yang merenggut korban jiwa itu langsung menjadi perhatian publik. Kemenkumham DKI mengingatkan bahwa memelintir peristiwa ini menjadi isu SARA hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin mengoyak stabilitas Ibu Kota. Dalam pernyataannya, kantor wilayah tersebut menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak terpancing emosi dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan konten-konten provokatif di media sosial.

Lebih lanjut, Kemenkumham DKI menyoroti tren penyebaran ujaran kebencian yang kerap muncul pascakonflik. Pihaknya bekerja sama dengan platform digital dan kepolisian untuk memetakan serta menindak tegas pelaku penyebar hoaks yang berpotensi menimbulkan gesekan horizontal. “Jangan sampai peristiwa ini dipelintir menjadi bentrokan antarkelompok identitas yang sebenarnya tidak terjadi. Ini adalah persoalan hukum, bukan persoalan SARA,” tegas pihak Kemenkumham DKI. Imbauan ini juga disertai ajakan kepada media massa untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak menyudutkan kelompok tertentu.

Kepercayaan pada Proses Hukum

Kemenkumham DKI menyerukan agar masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian yang tengah menangani perkara ini. Penyelidikan terhadap penyebab bentrokan dan identifikasi para pelaku kini tengah berjalan intensif. Pihak kepolisian telah menyegel sejumlah lokasi di Menteng dan memeriksa saksi-saksi kunci. Kemenkumham DKI menegaskan bahwa proses hukum berjalan transparan dan independen tanpa intervensi pihak mana pun. “Kami yakin aparat mampu mengungkap fakta sebenarnya. Jangan ada aksi main hakim sendiri atau upaya provokasi yang justru menghambat proses penegakan hukum,” demikian bunyi pernyataan resmi itu.

Selain proses penegakan hukum, Kemenkumham DKI juga menekankan pentingnya pemulihan psikologis bagi para korban dan masyarakat sekitar. Hak-hak korban, termasuk akses terhadap pendampingan hukum dan bantuan sosial, akan dikawal langsung oleh Kanwil Kemenkumham DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan rasa aman warga dan memutus rantai trauma yang mungkin membekas pascainsiden berdarah tersebut.

Pascabentrokan: Patroli Ditingkatkan

Hingga saat ini, kondisi di Menteng berangsur normal setelah aparat keamanan dari Polda Metro Jaya dan TNI meningkatkan patroli gabungan di sekitar lokasi. Personel ditempatkan di titik-titik rawan untuk memberikan rasa aman kepada warga. Aktivitas warga sudah kembali berjalan, meskipun sejumlah toko dan rumah terpantau masih menutup sementara. Kemenkumham DKI mengimbau agar warga tidak takut beraktivitas dan segera memberikan informasi kepada petugas apabila menemukan hal mencurigakan. Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana potensi konflik sosial bisa dicegah dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User