Kematian Pencuri Ayam di Buleleng: Serahkan Rp2,7 Juta untuk Sekolah
BULELENG — Tim forensik akhirnya melakukan ekshumasi terhadap jenazah seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian ayam di wilayah Desa Sidatapa. Pria berinisial KD itu ditemukan tewas set...
BULELENG — Tim forensik akhirnya melakukan ekshumasi terhadap jenazah seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian ayam di wilayah Desa Sidatapa. Pria berinisial KD itu ditemukan tewas setelah tiga hari menghilang tanpa jejak dari kediamannya.
Kronologi Penemuan
Warga setempat melaporkan KD tidak terlihat sejak Kamis pekan lalu. Keberadaannya mulai dipertanyakan ketika sejumlah ayam milik tetangga raib dalam semalam. Kecurigaan mengarah pada KD, yang selama ini memang dikenal memiliki catatan serupa di lingkungan sekitar.
Setelah tiga hari penuh ketidakpastian, jasad KD akhirnya ditemukan di area perkebunan yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis pembatas dan memulai olah tempat kejadian perkara.
Uang Sekolah yang Mengagetkan
Fakta mengejutkan terungkap dalam penyelidikan awal. Sebelum menghilang, KD ternyata sempat menyerahkan uang tunai sebesar Rp2,7 juta kepada pihak sekolah anaknya. Dana itu ditujukan untuk pembangunan gedung sekolah yang tengah direnovasi.
"Dia datang sendiri dan menyerahkan amplop berisi uang. Katanya buat sumbangan gedung," ujar seorang staf sekolah yang enggan disebutkan identitasnya. Pihak sekolah mengaku tidak menyangka bahwa itu adalah pertemuan terakhir mereka dengan KD.
Ekshumasi dan Penyelidikan
Proses ekshumasi dilakukan setelah muncul sejumlah kejanggalan dalam kematian pria tersebut. Tim dokter forensik dari RSUD Buleleng diterjunkan untuk memastikan penyebab pasti kematian KD. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka-luka yang mencurigakan pada bagian tubuh korban.
Kapolsek setempat mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami beberapa kemungkinan, termasuk dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan kematian korban. "Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil autopsi lengkap keluar," tegasnya singkat.
Reaksi Keluarga dan Warga
Keluarga KD menolak berkomentar banyak saat ditemui di kediaman mereka. Seorang kerabat hanya menyampaikan bahwa KD adalah sosok yang sangat menyayangi anaknya. Sementara itu, warga Desa Sidatapa masih dihantui rasa was-was pascatemuan jasad tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang diduga melihat pergerakan KD pada hari terakhir sebelum ia menghilang. Kasus ini menjadi perhatian serius aparat mengingat adanya kemungkinan aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat.
Comments (0)