Aug 30, 2026
breaking

Kemarau Panjang Buka Tabir Kampung Hilang di Bendungan Karian

LEBAK, DETIK INI JUGA – Ganasnya musim kemarau tahun ini membawa fenomena mengejutkan bagi warga Kabupaten Lebak, Banten. Sabtu (24/7/2026) pagi, mereka menemukan pemandangan tak lazim di perairan B...

Kemarau Panjang Buka Tabir Kampung Hilang di Bendungan Karian

LEBAK, DETIK INI JUGA – Ganasnya musim kemarau tahun ini membawa fenomena mengejutkan bagi warga Kabupaten Lebak, Banten. Sabtu (24/7/2026) pagi, mereka menemukan pemandangan tak lazim di perairan Bendungan Karian: puing-puing rumah dan jalan desa yang biasanya tersembunyi di dasar waduk kini muncul ke permukaan.

Fenomena ini langsung menjadi buah bibir dan menarik ratusan warga dari desa sekitar. Mereka rela berjalan kaki melintasi lumpur untuk menyaksikan langsung “kampung hantu” yang selama puluhan tahun hanya ada dalam cerita orang tua.

Memori Kolektif yang Kembali

Kampung yang diyakini bernama Kampung Cipicung ini dulunya dihuni oleh lebih dari 200 kepala keluarga. Mereka hidup dari bertani dan menangkap ikan sebelum akhirnya direlokasi pada 1988 untuk proyek strategis nasional pembangunan bendungan. “Ini rumah masa kecil saya. Melihat fondasi ini, rasanya campur aduk,” ujar Maman (58), salah seorang saksi mata yang terbata-bata menahan haru.

Pengisian waduk yang dimulai pada 1993 perlahan menenggelamkan seluruh permukiman, sawah, dan makam leluhur. Generasi muda yang lahir setelah relokasi kini bisa melihat langsung sejarah kampung halaman mereka yang sempat dianggap mitos.

Surutnya Air Picu Krisis Air Baku

Kemunculan kampung ini tak lepas dari menyusutnya volume air Bendungan Karian hingga level kritis. Data dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian menunjukkan, per 23 Juli 2026, tinggi muka air hanya mencapai 112,5 meter di atas permukaan laut, turun 13 meter dari kondisi normal. Itu adalah rekor terendah sejak bendungan beroperasi penuh.

Padahal, bendungan berkapasitas 314 juta meter kubik ini menjadi tulang punggung pasokan air baku bagi wilayah Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya. Kekeringan berkepanjangan dikhawatirkan memicu krisis air bersih jika tidak segera diantisipasi. BMKG memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

Antara Wisata dan Bahaya

Pihak Perum Jasa Tirta II selaku pengelola langsung memasang garis kuning dan melarang warga mendekat. Struktur bangunan yang terendam puluhan tahun sangat rapuh dan bisa ambruk sewaktu-waktu. “Kami imbau warga tidak naik ke atas reruntuhan. Tanahnya labil, bisa longsor,” kata Suharto, petugas keamanan bendungan.

Namun, imbauan itu tidak sepenuhnya digubris. Banyak warga mengabadikan momen langka ini dengan swafoto. Video amatir yang diunggah ke media sosial pun viral, menuai komentar bernada takjub sekaligus prihatin.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyatakan akan menjadikan lokasi ini sebagai pengingat pentingnya konservasi air. “Fenomena ini bukan tontonan, tapi alarm. Kami akan gencarkan kampanye hemat air dan siapkan langkah darurat distribusi air bersih,” tegas Kepala BPBD Lebak.

Sementara itu, bagi para perantau yang tanah kelahirannya tenggelam, kemunculan kampung ini adalah panggilan pulang yang menyentuh hati.

(Buffy/tim detik ini juga)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User