BMKG Peringatkan Bibit Siklon 97W Picu Hujan Lebat 13 Juli

BARU SAJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini untuk Senin, 13 Juli 2026. Bibit Siklon 97W terpantau semakin aktif di Samudera Pasifik barat. Potensi hujan ...

Jul 13, 2026 - 11:14
0 0

BARU SAJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini untuk Senin, 13 Juli 2026. Bibit Siklon 97W terpantau semakin aktif di Samudera Pasifik barat. Potensi hujan lebat diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Bibit Siklon 97W Menguat Cepat

Data satelit Himawari menunjukkan bibit siklon tersebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 kilometer per jam. Tekanan udara minimum tercatat 998 hPa dan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot. BMKG menyatakan bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Pusat sistem saat ini berada di sekitar Laut Filipina, sekitar 1.200 kilometer di timur laut Bitung, Sulawesi Utara. Meski tidak langsung menerjang wilayah daratan Indonesia, sirkulasi siklonik yang terbentuk memicu pembentukan awan hujan masif di bagian utara Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

  • Lokasi pemantauan: 8,5° LU dan 132,2° BT
  • Tekanan minimum: 998 hPa (1 menit rata-rata)
  • Kecepatan angin maksimum: 83 km/jam
  • Pergerakan: barat–barat laut

Dampak Tidak Langsung di Indonesia

Meskipun tidak akan langsung melintas, efek tidak langsung dari Bibit Siklon 97W patut diwaspadai. Aliran massa udara basah dari Samudera Pasifik akan masuk ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Kondisi ini meningkatkan peluang hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

BMKG mengidentifikasi wilayah berikut berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 13 Juli 2026:

  • Papua Barat: Manokwari, Teluk Wondama, dan Sorong (waspada banjir bandang).
  • Maluku Utara: Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Ternate.
  • Sulawesi Utara: Bitung, Manado, dan Kepulauan Sangihe.
  • Gorontalo: pesisir utara.

Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di perairan utara Papua, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik utara Papua. Seluruh aktivitas pelayaran dan perikanan diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Konfirmasi dan Tindakan Darurat

UPDATE MENIT LALU: BMKG terus memonitor perkembangan Bibit Siklon 97W setiap tiga jam. Laporan terkini menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif signifikan di sekitar pusat sirkulasi. “Kami belum menutup kemungkinan statusnya naik menjadi Siklon Tropis dalam waktu dekat,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dalam konferensi pers virtual pagi ini.

Peringatan dini sudah disampaikan ke pemerintah daerah. Tim reaksi cepat BPBD di kabupaten rawan telah disiagakan. Evakuasi terbatas mungkin dilakukan apabila curah hujan melampaui ambang 150 mm per hari. Masyarakat diimbau memantau kanal informasi resmi BMKG.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah penerbangan menuju bandara di wilayah terdampak mulai melakukan penyesuaian jadwal. Operator kapal ferry diimbau tidak memaksakan pelayaran jika gelombang melebihi batas aman.

Prakiraan selanjutnya akan dirilis pukul 19.00 WIB. BMKG menegaskan, kecepatan perubahan intensitas bibit siklon bisa melebihi model numerik yang ada, sehingga kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama mengurangi risiko bencana.

Situasi masih berkembang. Cek terus BERITATERCEPAT untuk update menit demi menit.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User