BARU SAJA — Si jago merah mengamuk di area pembuangan sampah Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (8/11) dini hari, memaksa pengerahan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran yang mengancam permukiman sekitar.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 02.30 WIB oleh warga yang melintas. Dalam hitungan menit, tumpukan sampah setinggi tiga meter itu berubah menjadi lautan api, disertai kepulan asap hitam tebal yang membumbung hingga radius dua kilometer.
Kronologi Singkat
Saksi mata, Rudi (45), mengaku mendengar letupan-letupan kecil sebelum kobaran membesar dengan cepat. "Saya langsung telepon damkar. Untungnya mereka datang cuma 10 menit kemudian," ujarnya di lokasi. Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat langsung memblokir akses menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut demi keamanan.
Respons Cepat Empat Unit Damkar
Sebanyak empat unit mobil pemadam—dua dari Pos Kalideres, satu dari Pos Cengkareng, dan satu unit cadangan dari Pos Grogol—dikerahkan ke titik api. Total 16 personel berjibaku selama hampir dua jam untuk memadamkan api, menggunakan teknik foam dan penyemprotan air bertekanan tinggi. Kepala Regu Piket Gulkarmat Jakbar, Komandan Suharyanto, mengonfirmasi kendala utama adalah tumpukan sampah yang mudah terbakar dan angin kencang yang memperluas titik api.
- Waktu kejadian: Senin, 8 November 2023, pukul 02.30 WIB.
- Lokasi: TPS Jalan Haji Lebar, Kalideres, Jakarta Barat.
- Unit dikerahkan: 4 unit mobil damkar + 16 personel.
- Durasi pemadaman: 02.50 – 04.30 WIB.
- Kerugian: Area sampah seluas ±500 m² hangus, tidak ada korban jiwa.
Tidak Ada Korban, Rumah Warga Aman
Beruntung, titik api berhasil diisolasi sebelum menjalar ke permukiman padat yang hanya berjarak 100 meter dari TPS. Evakuasi sempat disiagakan untuk dua RT terdekat, namun petugas memastikan situasi terkendali sehingga tidak ada warga yang mengungsi. "Kami bersyukur angin berbalik arah menjauhi perumahan," tambah Suharyanto. Hingga pukul 05.00 WIB, pendinginan masih dilakukan untuk mencegah bara muncul kembali.
Penyebab Masih Diselidiki
Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah liar yang dilakukan oknum tidak dikenal. Tim investigasi Gulkarmat bersama kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi. Lokasi TPS yang tidak berpagar permanen rawan dijadikan tempat pembuangan dan pembakaran sampah secara ilegal. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat belum memberikan pernyataan resmi, namun dijadwalkan meninjau lokasi pagi ini.
Perkembangan terbaru akan terus kami laporkan. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor ke pos pemadam terdekat jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar area pembuangan sampah.
Comments (0)