Aug 31, 2026
breaking

Pelajar Sekolah Rakyat Tampil Percaya Diri di JFC 2026

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyuguhkan pemandangan istimewa. Siswa-siswi Sekolah Rakyat turut serta dalam parade akbar ini dengan kostum unik dan ...

Pelajar Sekolah Rakyat Tampil Percaya Diri di JFC 2026

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyuguhkan pemandangan istimewa. Siswa-siswi Sekolah Rakyat turut serta dalam parade akbar ini dengan kostum unik dan koreografi enerjik yang memikat ribuan pasang mata.

Kostum Ramah Lingkungan Curi Perhatian

Mengangkat tema "Harmoni Alam Nusantara", para pelajar ini menyulap bahan-bahan bekas seperti plastik daur ulang, kain perca, dan kertas koran menjadi busana megah. Setiap langkah mereka di sepanjang rute karnaval seolah menyuarakan pesan cinta lingkungan yang mendalam. Penonton menyambut dengan tepuk tangan meriah saat rombongan Sekolah Rakyat melewati panggung utama.

Salah satu koordinator tim, Rina Wulandari, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama hampir tiga bulan. "Anak-anak sangat antusias. Mereka sendiri yang mendesain dan merakit kostum dengan pendampingan relawan. Ini bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas latar belakang," tuturnya.

Lebih dari Sekadar Karnaval

Partisipasi dalam JFC 2026 bukan sekadar ajang unjuk kebolehan fashion. Bagi siswa Sekolah Rakyat, ini merupakan pintu gerbang untuk menemukan jati diri dan membangun kepercayaan diri. Sejumlah peserta mengaku awalnya ragu, namun setelah tampil mereka merasa bangga mampu berkontribusi dalam event berskala internasional.

"Saya dulu malu, tapi sekarang saya berani bermimpi menjadi desainer," kata Andi (14), salah satu siswa yang mengenakan kostum burung cenderawasih daur ulang. Kisah Andi menjadi cermin bagaimana panggung karnaval dapat mengubah cara pandang anak-anak terhadap masa depan mereka.

Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Keikutsertaan siswa Sekolah Rakyat mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jember. Kepala Dinas menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak dari komunitas marjinal yang terberdayakan. "JFC bukan hanya milik kaum elite, tapi juga wadah bagi siapa saja untuk bersinar," ujarnya.

Masyarakat yang hadir pun memberikan respons positif. Beberapa penonton bahkan tergerak untuk menyumbangkan bahan daur ulang bagi penampilan tahun depan. Momentum ini membuktikan bahwa fashion bisa menjadi alat transformasi sosial yang efektif.

Dengan selesainya Jember Fashion Carnaval 2026, para siswa Sekolah Rakyat kini membawa pulang lebih dari sekadar tepuk tangan. Mereka menggenggam harapan baru, keyakinan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil di atas catwalk. Keterlibatan ini diyakini mampu menumbuhkan keberanian dan memicu kreativitas agar mereka terus bermimpi tanpa batas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User