KDM Murka: Nol CCTV di Lokasi Satpam Jatiluhur Tewas Diborgol

PURWAKARTA — Kemarahan meledak dari Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi mengecam keras manajemen Perum Jasa Tirta II setelah seorang petugas keamanan Bendungan Jatiluhur tewas mengenaskan dengan tanga...

Jul 27, 2026 - 21:29
0 0
KDM Murka: Nol CCTV di Lokasi Satpam Jatiluhur Tewas Diborgol

PURWAKARTA — Kemarahan meledak dari Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi mengecam keras manajemen Perum Jasa Tirta II setelah seorang petugas keamanan Bendungan Jatiluhur tewas mengenaskan dengan tangan terborgol. Fakta paling mengguncang: tidak satu pun kamera pengawas terpasang di titik tempat satpam itu bertugas malam nahas tersebut.

Insiden brutal ini langsung membongkar lubang menganga dalam sistem keamanan infrastruktur vital nasional. Bagaimana mungkin bendungan strategis yang menopang hajat hidup jutaan warga justru nyaris buta pengawasan di area-area krusial? Pertanyaan itu kini menggema keras dan menuntut jawaban segera dari pihak pengelola.

Kronologi Kelam di Balik Bendungan Raksasa

Seorang satpam jaga malam dilaporkan kehilangan nyawa secara tragis pada dini hari. Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengerikan: kedua tangan terikat borgol, tubuh tak berdaya ditenggelamkan. Dugaan sementara aparat mengarah pada aksi pelumpuhan brutal yang dilakukan lebih dari satu pelaku.

Saat Gubernur Dedi Mulyadi meninjau langsung tempat kejadian perkara, ia terkejut bukan main. Area yang seharusnya dipantau ketat itu ternyata steril dari kamera pengawas. Ketiadaan alat rekam visual ini sontak memicu kemarahan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.

  • Korban: Petugas keamanan yang tengah menjalankan tugas jaga malam.
  • Kondisi jasad: Tewas dengan tangan terborgol, diduga ditenggelamkan.
  • Lokasi: Area Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
  • Temuan krusial: Nol CCTV di titik kejadian dan sekitarnya.
  • Reaksi: Gubernur murka, desak audit keamanan total.

Gubernur Tak Bisa Sembunyikan Amarah

Dedi Mulyadi mempertanyakan standar pengamanan yang diterapkan manajemen waduk. Ia menyebut absennya CCTV sebagai bentuk kelalaian fatal yang tidak bisa ditoleransi. Infrastruktur sevital Jatiluhur seharusnya dilindungi lapis demi lapis, bukan malah dibiarkan gelap tanpa pengawasan elektronik.

Ketiadaan kamera pengawas kini menjadi batu sandungan besar bagi tim penyidik. Tanpa rekaman visual, aparat harus bekerja ekstra keras mengandalkan keterangan saksi mata dan hasil olah tempat kejadian perkara. Identifikasi pelaku terhambat, sementara publik terus menanti titik terang.

Gubernur menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran. Ia mendesak pemasangan sistem pengawasan terpadu di seluruh area rawan bendungan. Jika tuntutan ini diabaikan, ia siap mengambil langkah lebih keras terhadap manajemen yang dinilainya lalai.

Ironi Keamanan Aset Vital Negara

Bendungan Jatiluhur bukan waduk biasa. Ini adalah salah satu infrastruktur paling vital yang mengairi ribuan hektare lahan pertanian dan menjadi sumber air baku utama bagi jutaan warga Jawa Barat. Standar pengamanannya seharusnya setara dengan tingkat kepentingan itu. Namun kenyataan berkata sebaliknya.

Pengamat keamanan menilai insiden ini membuka mata publik tentang celah serius dalam tata kelola perlindungan aset negara. Seorang satpam yang seharusnya menjadi garda terdepan justru tumbang menjadi korban. Ironi yang memilukan sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Perum Jasa Tirta II belum memberikan keterangan resmi. Publik menanti langkah konkret: akankah ada rotasi pimpinan, pemasangan CCTV massal, atau justru pembiaran seperti pola yang terjadi selama ini?

Polda Jawa Barat melalui Polres Purwakarta kini tengah mendalami kasus ini secara intensif. Tim gabungan diterjunkan untuk mengumpulkan bukti dan memburu pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. Motif pembunuhan masih misteri, namun tidak menutup kemungkinan terkait aksi kriminal terencana di dalam kawasan tertutup yang minim pengawasan.

Masyarakat Purwakarta dan keluarga korban menuntut keadilan. Mereka berharap tabir kematian satpam malam itu segera terang benderang. Satu hal yang pasti: tanpa kamera pengawas, kegelapan masih menyelimuti misteri berdarah di Waduk Jatiluhur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User