KDM Kecam Sistem Keamanan: Satpam Jatiluhur Tewas Tanpa Jejak Rekam

PURWAKARTA, DETIK INI JUGA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keheranan dan kemarahan mendalam atas lemahnya sistem pengamanan di Bendungan Jatiluhur. Pernyataan keras ini meluncur pas...

Jul 28, 2026 - 07:19
0 0
KDM Kecam Sistem Keamanan: Satpam Jatiluhur Tewas Tanpa Jejak Rekam

PURWAKARTA, DETIK INI JUGA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keheranan dan kemarahan mendalam atas lemahnya sistem pengamanan di Bendungan Jatiluhur. Pernyataan keras ini meluncur pasca seorang petugas keamanan ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol.

Kritik Tajam Dedi Mulyadi

Usai melakukan peninjauan langsung ke Purwakarta, ia mempertanyakan ketiadaan kamera pengawas di titik vital. Menurutnya, pos satpam yang semestinya menjadi benteng pengawasan justru steril dari teknologi pemantau. Hal ini dinilainya sebagai kelalaian serius manajemen Perum Jasa Tirta II.

“Saya heran, kok bisa di lokasi strategis seperti ini tidak ada CCTV?” ujarnya dengan nada tinggi. Ketiadaan bukti visual itu dianggap menghambat proses penyelidikan dan membuka celah keamanan yang sudah seharusnya ditutup rapat.

Kronologi Penemuan Korban

Peristiwa kelam ini sontak mengguncang warga sekitar. Korban yang berprofesi sebagai satpam ditemukan dalam kondisi mengenaskan—tangan diborgol rapat sebelum akhirnya ditenggelamkan. Detail mengerikan ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut adalah pembunuhan berencana dengan kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Minimnya saksi mata dan rekaman membuat aparat bekerja ekstra keras merangkai puzzle kejahatan ini.

Fakta Kunci yang Terungkap

  • Status Korban: Satpam resmi yang bertugas menjaga area waduk.
  • Kondisi Penemuan: Borgol masih mengikat pergelangan tangan, diduga sengaja ditenggelamkan untuk menghilangkan bukti.
  • Keamanan Lokasi: Nihil pengawasan CCTV di pos penjagaan utama.

Manajemen Perum Jasa Tirta Dipertanyakan

Dedi Mulyadi tidak hanya menyoroti sisi teknis. Ia meminta evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) keamanan di seluruh aset vital milik BUMN tersebut. “Ini peringatan darurat,” tegasnya. Jika fasilitas negara semegah Bendungan Jatiluhur saja lengah, dikhawatirkan potensi ancaman di titik lain jauh lebih besar.

Pihaknya mendesak agar manajemen segera memasang sistem pemantauan 24 jam dan meningkatkan personel pengamanan. Tidak hanya untuk keselamatan petugas, tetapi juga sebagai proteksi aset strategis nasional.

Penyelidikan Ditingkatkan

Polda Jawa Barat menyatakan akan mengusut tuntas kasus ini. Motif di balik aksi keji ini masih misterius, apakah terkait dendam pribadi atau justru ancaman terhadap infrastruktur waduk. Kepolisian menjamin akan memeriksa semua pihak, termasuk internal pengelola yang dianggap alpa menyediakan alat pengawasan.

Publik kini menanti ketegasan penegak hukum. Sementara itu, keluarga korban masih berduka. Mereka berharap pelaku segera tertangkap dan sistem keamanan yang diabaikan tidak lagi merenggut nyawa lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User