Sep 29, 2026
Nasional

Kasus Pneumonia Anak di Wilayah Karhutla Melonjak 20 Persen

Lonjakan kasus penyakit pernapasan kembali menghantui wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru menunjukkan bahwa k

Kasus Pneumonia Anak di Wilayah Karhutla Melonjak 20 Persen

Lonjakan kasus penyakit pernapasan kembali menghantui wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru menunjukkan bahwa kasus pneumonia pada anak-anak di kawasan tersebut mengalami kenaikan signifikan hingga 20 persen dibandingkan periode sebelum musim karhutla melanda. Angka ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan dampak kabut asap.

Peningkatan drastis tersebut tidak terlepas dari memburuknya kualitas udara akibat asap tebal yang menyelimuti permukiman warga selama berpekan-pekan. Partikel halus berukuran mikro yang terkandung dalam asap karhutla diketahui mampu menembus saluran pernapasan bagian bawah dan memicu infeksi serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak di bawah lima tahun.

Kabut Asap Jadi Pemicu Utama

Paparan asap yang berlangsung terus-menerus membuat sistem imun anak bekerja ekstra keras. Saluran pernapasan yang masih berkembang belum mampu menyaring partikel polutan seefektif orang dewasa, sehingga risiko infeksi paru-paru meningkat tajam. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas anak yang cenderung lebih banyak bermain di luar ruangan tanpa perlindungan masker.

Sejumlah fasilitas kesehatan melaporkan lonjakan kunjungan pasien anak dengan keluhan sesak napas, batuk berkepanjangan, dan demam tinggi. Ruang rawat inap di beberapa rumah sakit daerah dilaporkan mulai penuh oleh pasien pneumonia anak, memaksa tenaga medis bekerja lebih keras dengan sumber daya yang terbatas.

"Dalam sebulan terakhir, kasus pneumonia anak di wilayah kami meningkat sekitar 20 persen. Sebagian besar pasien datang dengan kondisi sudah cukup berat karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan."

— Seorang dokter spesialis anak di wilayah terdampak karhutla.

Kelompok Paling Rentan

Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru dan menjadi salah satu penyebab kematian utama pada anak di berbagai belahan dunia. Ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla, risiko anak-anak terpapar penyakit ini meningkat berkali-kali lipat. Beberapa kelompok yang paling berisiko meliputi:

  • Bayi dan balita di bawah usia lima tahun dengan sistem imun yang belum matang.
  • Anak dengan riwayat asma atau penyakit pernapasan kronis lainnya.
  • Anak dengan gizi buruk yang daya tahan tubuhnya lemah.
  • Anak yang tinggal di kawasan terdekat dengan titik api karhutla.

Selain pneumonia, dokter juga mencatat kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, serta keluhan kulit akibat paparan asap jangka panjang. Kondisi ini menuntut penanganan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.

Upaya Penanganan dan Imbauan

Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan setempat telah menggencarkan berbagai langkah mitigasi. Mulai dari penyediaan masker gratis, pendirian ruang udara bersih, hingga edukasi kepada orang tua agar segera memeriksakan anak ketika muncul gejala awal gangguan pernapasan. Sekolah-sekolah di wilayah terdampak juga diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

Meski demikian, para ahli menilai upaya jangka pendek saja tidak cukup. Penanganan akar masalah karhutla, baik melalui penegakan hukum terhadap pembakaran lahan maupun pencegahan dini, menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan kasus serupa terjadi di masa mendatang. Tanpa langkah serius, angka kematian anak akibat pneumonia dikhawatirkan terus bertambah seiring memburuknya kualitas udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User