Aug 25, 2026
breaking

Kasat Narkoba Tangsel Jadi Tersangka Kasus Narkoba, 4 Anggota Ikut Diamankan

BARU SAJA. Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan bersama empat anak buahnya diamankan. Mereka ditangkap di Mapolres Tangsel dini hari tadi. Operasi ini dipimpin langsung oleh Propam Polda Metro Jaya....

Kasat Narkoba Tangsel Jadi Tersangka Kasus Narkoba, 4 Anggota Ikut Diamankan

BARU SAJA. Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan bersama empat anak buahnya diamankan. Mereka ditangkap di Mapolres Tangsel dini hari tadi. Operasi ini dipimpin langsung oleh Propam Polda Metro Jaya. Itu terjadi pada Kamis, pukul 02.30 WIB.

Sumber internal kepolisian mengonfirmasi penangkapan tersebut. Kelimanya diduga kuat menguasai dan mengedarkan sabu. Bahkan, mereka diduga melindungi bandar di wilayah hukumnya sendiri. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi institusi Polri. Mereka diduga memanfaatkan wewenang untuk kepentingan pribadi.

Kronologi Penangkapan

Operasi senyap ini sudah dilakukan selama dua pekan terakhir. Tim Propam menyusun bukti transaksi dan komunikasi mencurigakan. Penyelidikan awal mencuat setelah adanya laporan masyarakat tentang peredaran sabu yang tidak tersentuh. Tim Propam kemudian menyadap komunikasi para tersangka. Beberapa kali, mereka kedapatan bertransaksi dengan bandar besar di luar kota.

Puncaknya, penggeledahan dilakukan di ruang kerja Kasat Narkoba dan beberapa pos anggotanya. Petugas menemukan barang bukti sabu seberat 150 gram. Sabu itu dikemas dalam 15 paket siap edar. Uang tunai Rp 200 juta juga disita. Diduga itu hasil setoran bulanan dari sindikat. Semua barang bukti kini diamankan di Polda Metro Jaya.

Fakta Kunci

  • Kasat Narkoba Tangsel, AKP (inisial dirahasiakan) dan empat anggota jadi tersangka.
  • Barang bukti: 150 gram sabu dan uang Rp 200 juta.
  • Mereka diduga menerima setoran dari bandar untuk melancarkan bisnis haram.
  • Penangkapan dilakukan di dalam Mapolres Tangsel tanpa perlawanan.

Respons Polda

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya akan menindak tegas. "Tidak ada toleransi bagi pengkhianat institusi," tegasnya. Proses hukum akan berjalan transparan. Kelima tersangka terancam pasal berlapis. Mereka bisa dijerat Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Polda juga membuka kemungkinan ada jaringan lebih besar. Tim gabungan masih melakukan pengembangan. Diduga kuat, praktik ini sudah berlangsung lama. Propam akan memeriksa rekening dan aset para tersangka. Seluruh aset yang diduga terkait tindak pidana akan disita. Kapolda Metro Jaya langsung memimpin jumpa pers untuk meyakinkan publik.

Dampak Internal

Kasus ini memicu krisis kepercayaan di tubuh Polres Tangsel. Kapolres langsung mencopot jabatan Kasat Narkoba. Empat anggota lainnya dinonaktifkan. Posisi strategis itu kini diisi oleh perwira dari Polda Metro Jaya. Diharapkan, rotasi ini bisa memulihkan integritas satuan.

Beberapa anggota lain yang bertugas di satuan narkoba juga diperiksa. Tim internal akan mengevaluasi seluruh personel Satnarkoba. Polres Tangsel kini dalam pengawasan ketat. Masyarakat diimbau tetap percaya pada proses hukum.

Publik menyambut langkah cepat Polda. Namun, mereka menuntut transparansi penuh. Jangan sampai ada yang dilindungi. "Ini ujian bagi Polri untuk bersih-bersih," ujar seorang pengamat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Proses hukum terus bergulir. Kami akan sampaikan perkembangan selanjutnya. Publik diharapkan tetap tenang dan melaporkan jika memiliki informasi tambahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User