Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah

JAKARTA, MENIT LALU – Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 1,2 ton sabu jaringan Timur Tengah dalam operasi senyap yang berlangsung di perairan Aceh. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bares...

Jul 28, 2026 - 04:37
0 0
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah

JAKARTA, MENIT LALU – Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 1,2 ton sabu jaringan Timur Tengah dalam operasi senyap yang berlangsung di perairan Aceh. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memimpin langsung penggerebekan yang berakhir dengan baku tembak singkat. Tiga tersangka utama ditangkap, satu di antaranya warga negara asing.

Kronologi Penyergapan

Operasi bermula dari informasi intelijen yang masuk 72 jam sebelumnya. Sebuah kapal ikan berbendera asing terdeteksi memasuki jalur gelap lintas Selat Malaka. Tim gabungan dari Satgas Narkotika dan Bea Cukai langsung membuntuti gerak-gerik kapal tersebut hingga merapat ke sebuah dermaga tak resmi di Aceh Timur.

Saat proses bongkar muatan berlangsung, petugas langsung bergerak cepat. Baku tembak tak terhindarkan ketika salah satu pelaku mencoba melawan dengan senjata api rakitan. Dua pelaku lainnya berhasil dilumpuhkan tanpa perlawanan berarti. Tidak ada korban jiwa dari pihak kepolisian.

  • 1,2 ton sabu dikemas dalam 50 karung plastik dilapisi aluminium foil
  • 3 tersangka diamankan, termasuk seorang WNA asal Iran berinisial MR (45)
  • 2 pucuk senjata api rakitan dan amunisi disita dari lokasi
  • Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun

Peran Penting Pimpinan Operasi

Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, yang memegang kendali penuh operasi ini, menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah pukulan telak bagi jaringan narkotika internasional yang selama bertahun-tahun menjadikan Indonesia sebagai pasar utama.

"Kami sudah memetakan jaringan ini hingga ke level gembong di luar negeri. Kerja sama dengan interpol dan otoritas negara tetangga terus diperkuat," ujar jenderal bintang satu itu dalam konferensi pers darurat di Mabes Polri, Selasa dini hari.

Menurutnya, modus penyelundupan terus berkembang. Kali ini pelaku menggunakan teknik ship-to-ship transfer di laut lepas untuk mengelabui radar patroli. Kapal asing menurunkan muatan ke kapal nelayan lokal yang sudah disiapkan di tengah laut, lalu menyusup ke dermaga-dermaga kecil di pesisir barat Sumatera.

Dampak dan Langkah Lanjutan

Dengan pengungkapan ini, Bareskrim memperkirakan lebih dari 5 juta jiwa terselamatkan dari jerat narkotika. Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi konsumsi rata-rata pengguna sabu di Indonesia.

Saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang melarikan diri ke perairan internasional. Polri telah mengeluarkan red notice dan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia serta Thailand untuk penyekatan jalur pelarian.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa jalur laut utara Sumatera masih menjadi pintu masuk favorit jaringan gelap narkotika. Bareskrim berkomitmen memperkuat patroli gabungan dan mengoptimalkan teknologi radar pesisir guna menutup celah-celah penyelundupan yang selama ini terbuka lebar.

Masyarakat diimbau segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar perairan. Ancaman hukuman mati menanti para pelaku yang terbukti menjadi bagian dari jaringan pengedar narkotika skala besar ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User