Sep 17, 2026
Nasional

Karhutla Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Lawu Resmi Ditutup

Asap tebal masih membubung tinggi menutupi sebagian lereng Gunung Lawu, menegaskan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum sepe

Karhutla Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Lawu Resmi Ditutup

Asap tebal masih membubung tinggi menutupi sebagian lereng Gunung Lawu, menegaskan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Angin kencang serta cuaca kering musim kemarau kian menyulitkan tim gabungan untuk menundukkan kobaran api yang terus merembet ke vegetasi rimba. Demi keselamatan jiwa para pecinta alam dan mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, pihak berwenang mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas pendakian di gunung berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut tersebut.

Keputusan darurat penutupan Gunung Lawu ini berlaku serentak bagi tiga posko pendakian utama sejak Senin (14/9). Tiga titik pintu masuk yang dilarang keras untuk dilintasi meliputi jalur via Candi Ceto di wilayah Karanganyar, serta jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang yang berbatasan langsung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, menunggu situasi medan benar-benar terkendali dan aman dari paparan asap maupun potensi jebakan api.

Tiga Jalur Pendakian Utama Disterilkan Total

Langkah sterilisasi kawasan puncak dilakukan secara menyeluruh oleh petugas gabungan dari Perhutani, BPBD, TNI, Polri, serta potensi relawan lokal. Langkah ini diambil usai pemantauan udara dan darat menunjukkan pergerakan titik api (hotspot) semakin mendekati jalur lintasan pendaki yang berpotensi membahayakan nyawa.

"Keselamatan pendaki adalah prioritas mutlak kami. Kobaran api di lereng Gunung Lawu sangat tidak terprediksi karena embusan angin yang kencang di ketinggian. Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat menunda seluruh rencana pendakian hingga kondisi benar-benar dinyatakan kondusif oleh tim gabungan," tegas pihak pengelola posko dalam keterangan resminya.

Analisis Jalur Pendakian dan Status Keamanan

Setiap rute pendakian memiliki tantangan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana karhutla ini. Jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang yang berada di perbatasan Magetan-Karanganyar menjadi perhatian utama karena lalu lintas pendaki yang biasanya padat. Sementara rute Candi Ceto memiliki topografi lereng terjal yang rentan terpapar asap tebal saat angin berembus ke arah barat.

Berikut adalah rincian data perbandingan status dan potensi risiko di tiga jalur pendakian Gunung Lawu:

Jalur Pendakian Wilayah Administrasi Status Posko Tingkat Risiko Karhutla
Cemoro Sewu Magetan, Jawa Timur Ditutup Total Sangat Tinggi
Cemoro Kandang Karanganyar, Jawa Tengah Ditutup Total Sangat Tinggi
Candi Ceto Karanganyar, Jawa Tengah Ditutup Total Tinggi / Terpapar Asap

Kendala Pemadaman dan Penjagaan Ketat Perbatasan

Kondisi medan yang terjal serta minimnya sumber air di puncak gunung menjadi kendala utama bagi ratusan personel pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Para relawan harus menempuh perjalanan darat berjam-jam sambil membawa peralatan pemadam portabel dan gepyok (alat pemukul api tradisional) untuk melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke area hutan lindung yang lebih dalam.

Guna memastikan tidak ada pendaki yang nekat menerobos masuk melalui jalur ilegal atau jalur tidak resmi, pihak Perhutani bersama masyarakat sekitar membentuk tim patroli khusus di kawasan kaki gunung. Sanksi tegas berupa pemblokiran nama (blacklist) hingga proses hukum disiapkan bagi siapapun yang melanggar aturan penutupan ini.

Masyarakat dan calon pendaki diminta untuk terus memantau informasi terkini melalui saluran resmi BPBD dan Perhutani. Kepedulian bersama dan kesadaran untuk tidak menyalakan api di kawasan rawan bencana menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian Gunung Lawu.

Kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti lereng Gunung Lawu membuat seluruh posko pendakian (Candi Ceto, Cemoro Sewu, Cemoro Kandang) ditutup sementara mulai Senin (14/9). Tim gabungan masih berjuang menundukkan titik api di medan terjal. Pendaki diimbau menunda perjalanan. Selengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User