Karhutla Kalsel: 8.900 Hektare Lahan Hangus, BNPB Siaga
BARU SAJA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 8.900 hektare lahan di Kalimantan Selatan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka tersebut merupakan h...
BARU SAJA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 8.900 hektare lahan di Kalimantan Selatan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru yang dirilis instansi tersebut, dan dipastikan masih berpotensi bertambah seiring meluasnya titik api di sejumlah kabupaten.
KONFIRMASI ini menjadi sinyal darurat bagi wilayah yang kerap dilanda kabut asap pada musim kemarau. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan dilaporkan telah dikerahkan ke lokasi terdampak. Evakuasi warga yang tinggal di sekitar area terbakar pun mulai berjalan, terutama di permukiman yang berdekatan dengan lahan gambut.
Penyebaran Titik Api
Berdasarkan data yang dihimpun dari citra satelit, titik panas atau hotspot tersebar di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Konsentrasi terbanyak tercatat di kawasan yang memiliki hamparan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang. Kondisi tanah yang kering ditambah angin kencang membuat api cepat menjalar dari satu titik ke titik lain.
BNPB menegaskan bahwa luas lahan yang terbakar dapat berubah sewaktu-waktu. Pemutakhiran data dilakukan setiap hari oleh tim di lapangan. Perkembangan terakhir menunjukkan beberapa titik api berhasil dipadamkan, tetapi titik baru tetap muncul di lokasi lain. Petugas menyebut situasi ini sebagai kondisi siaga yang membutuhkan kerja cepat semua pihak.
Upaya Pemadaman di Lapangan
Pemadaman dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus. Pertama, pemadaman darat menggunakan peralatan manual seperti pompa air, mesin tiup, serta alat berat untuk membuat sekat bakar. Kedua, pemadaman udara dengan helikopter water bombing yang menjatuhkan air ke titik api yang sulit dijangkau. Operasi ini diprioritaskan pada lahan gambut yang apinya bisa membakar lapisan tanah di bawah permukaan.
Kepala daerah di wilayah terdampak telah menetapkan status tanggap darurat. Dengan status ini, mobilisasi sumber daya menjadi lebih cepat, termasuk anggaran, peralatan, dan personel. Rumah sakit dan puskesmas juga disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap. Pemerintah daerah meminta warga memakai masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Dampak Asap bagi Masyarakat
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah telah mengganggu aktivitas warga. Sekolah di beberapa daerah terpaksa meliburkan siswa atau memindahkan pembelajaran ke dalam ruangan dengan sirkulasi udara tertutup. Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara juga sempat terganggu akibat jarak pandang yang menurun drastis. Data kualitas udara menunjukkan indeks pencemaran berada pada level tidak sehat hingga berbahaya di titik-titik tertentu.
Saksi mata di lokasi mengungkapkan api terlihat jelas dari jarak jauh pada malam hari. Warga yang rumahnya berada di sekitar lahan gambut mengaku sesak napas dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Posko pengungsian didirikan untuk menampung warga terdampak. Bantuan berupa masker, air bersih, dan obat-obatan mulai didistribusikan oleh dinas sosial bersama relawan.
Penyebab dan Pencegahan
Dugaan sementara menyebutkan sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia. Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi praktik yang sulit dihilangkan, meskipun sudah dilarang oleh undang-undang. BNPB mengingatkan bahwa pelaku pembakaran lahan dapat dijerat hukum dengan hukuman berat. Satgas karhutla berjanji menindak tegas siapa pun yang terbukti memicu kebakaran.
Pencegahan jangka panjang menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. Normalisasi lahan gambut, pembasahan kembali atau rewetting, serta penguatan pengawasan menjadi kunci agar kebakaran tidak terulang setiap tahun. BNPB juga mendorong pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekat kanal dan sumur bor untuk menjaga kelembapan lahan saat kemarau.
Seruan Kewaspadaan
BNPB meminta masyarakat tidak membakar lahan dalam bentuk apa pun, sekecil apa pun skalanya. Warga yang melihat titik api diminta segera melapor ke petugas setempat agar bisa ditangani lebih awal. Pemerintah pusat menjamin bantuan akan terus dikirim selama proses pemadaman dan pemulihan berlangsung.
Perkembangan terakhir akan terus diumumkan melalui kanal resmi. Luas lahan yang terbakar, jumlah titik api, serta jumlah warga terdampak akan diperbarui secara berkala. Situasi ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau tahun ini membawa ancaman yang nyata, dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat adalah benteng pertama dalam menghadapi karhutla di Kalimantan Selatan.
Comments (0)