DLH Tarakan: Deposit Batubara Aktif Turut Picu Karhutla
BARU SAJA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan mengungkap dugaan baru penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Lapisan batu bara aktif di bawah permukaan tanah diduga ikut...
BARU SAJA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan mengungkap dugaan baru penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Lapisan batu bara aktif di bawah permukaan tanah diduga ikut memicu api yang melahap kawasan hutan dan memperparah bencana kabut asap.
Dugaan ini disampaikan langsung oleh pihak DLH Tarakan. Keberadaan deposit batu bara aktif di kedalaman tanah disebut menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kebakaran di wilayah tersebut.
Karhutla di Kalimantan bukan persoalan baru. Setiap musim kemarau, titik api bermunculan di sejumlah wilayah. Namun dugaan keterlibatan deposit batu bara aktif menambah dimensi baru dalam upaya pengendalian kebakaran.
Batu Bara Aktif dan Api Bawah Tanah
Deposit batu bara aktif adalah lapisan batu bara yang terbakar di dalam tanah. Api di lapisan ini sulit terlihat dari permukaan. Ia bisa menyala dalam waktu lama tanpa terdeteksi oleh warga maupun petugas.
Fenomena ini kerap disebut api bawah tanah atau underground fire. Batu bara yang terbakar perlahan menghasilkan panas tinggi. Panas tersebut dapat menyebar ke akar pohon dan material organik di sekitarnya.
Akibatnya, kebakaran permukaan bisa muncul di titik yang jauh dari sumber api awal. Petugas pemadam sering kewalahan karena api kembali muncul di lokasi yang sama setelah sempat dipadamkan.
Dampak Kabut Asap di Tarakan
Kebakaran hutan di Kalimantan berdampak langsung pada kualitas udara di Tarakan. Kabut asap tebal dilaporkan menyelimuti sejumlah kecamatan dalam beberapa pekan terakhir.
Data kualitas udara menunjukkan penurunan signifikan. Konsentrasi partikel halus atau PM2.5 tercatat berada pada level tidak sehat. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sekolah di sejumlah titik terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas masyarakat, termasuk nelayan dan pekerja pasar, juga terganggu akibat jarak pandang yang menurun drastis.
Siaga Darurat dan Langkah Penanganan
Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat karhutla. Posko pengendalian kebakaran dibuka di tingkat kota dan kecamatan untuk mempercepat respons di lapangan.
Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan api di titik-titik rawan. Selain pemadaman permukaan, petugas melakukan pembasahan lahan gambut dan area yang diduga menjadi lokasi deposit batu bara aktif.
Evakuasi warga dilakukan di kawasan yang paling terdampak asap. Warga rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan, menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.
Peran Cuaca dan Perubahan Iklim
Musim kemarau panjang mempercepat penyebaran api. Kondisi udara kering membuat bahan bakar alami seperti daun dan ranting mudah terbakar. Angin kencang turut membantu api menyebar ke area yang lebih luas.
Para ahli menilai perubahan iklim memperpanjang durasi musim kemarau di Indonesia. Fenomena El Nino memperparah kondisi kekeringan di Kalimantan. Hal ini membuat risiko karhutla meningkat setiap tahun.
Kombinasi antara cuaca ekstrem dan deposit batu bara aktif menjadi tantangan besar. Upaya pencegahan harus dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya saat musim kemarau tiba.
Upaya Pencegahan ke Depan
DLH Tarakan mendorong pemetaan lokasi deposit batu bara aktif. Data ini menjadi dasar penentuan titik prioritas pengawasan dan penanganan kebakaran.
Teknologi citra satelit dan drone digunakan untuk mendeteksi titik panas di area yang sulit dijangkau. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi kebakaran sejak dini.
Masyarakat juga dilibatkan dalam upaya pencegahan. Warga diminta segera melapor jika menemukan indikasi asap atau api di sekitar permukiman. Partisipasi warga menjadi kunci penanganan karhutla yang cepat dan efektif.
Perkembangan Terkini
Tim pemadam masih bersiaga di sejumlah titik hingga saat ini. Petugas memantau perkembangan api bawah tanah yang sulit dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat.
Pemerintah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk memperkuat penanganan. Bantuan logistik, peralatan pemadam, dan tim medis terus disalurkan ke wilayah terdampak.
Hingga UPDATE terakhir, operasi pemadaman dan pembasahan lahan masih berlangsung. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Perkembangan lanjutan akan disampaikan segera setelah ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Comments (0)