Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencapai luas 348 hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mendorong pemerintah pusat untuk mengerahkan lima unit helikopter guna mempercepat proses pemadaman dan penanganan titik api yang tersebar di wilayah rawan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan satelit dan verifikasi lapangan hingga hari ini. "Luas lahan yang terbakar mencapai 348 hektare, tersebar di beberapa kabupaten/kota di Kalsel. Kami mengerahkan lima helikopter, termasuk dua unit water bombing dan tiga unit patroli udara, untuk membantu pemadaman dari udara," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/10).
"Kami mengerahkan lima helikopter, termasuk dua unit water bombing dan tiga unit patroli udara, untuk membantu pemadaman dari udara." — Abdul Muhari, Kepala Pusat Data BNPB
Berdasarkan data BNPB, titik api terbanyak terdeteksi di Kabupaten Tanah Laut, Banjar, dan Barito Kuala. Kondisi cuaca yang kering akibat fenomena El Niño serta angin kencang turut mempercepat penyebaran api di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus berupaya melakukan pembasahan lahan melalui jalur darat dan udara.
Upaya Pemadaman dan Antisipasi Meluasnya Karhutla
BNPB memastikan bahwa operasi pemadaman karhutla di Kalsel akan terus ditingkatkan. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api di area yang tidak bisa dijangkau kendaraan darat. Selain itu, patroli udara juga dilakukan untuk memonitor potensi munculnya titik api baru.
Langkah-langkah yang telah dilakukan BNPB:
- Mengerahkan 5 helikopter (2 water bombing, 3 patroli udara) untuk pemadaman dan pemantauan.
- Membentuk posko darurat di tiga kabupaten terdampak untuk koordinasi lapangan.
- Menyiagakan 500 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
- Melakukan modifikasi cuaca melalui teknologi hujan buatan bekerja sama dengan BMKG.
- Mendistribusikan masker dan bantuan logistik bagi warga yang terpapar asap.
Kepala BPBD Kalsel, H. Syamsul, menambahkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko di setiap desa rawan karhutla. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan. Laporan warga sangat membantu kami dalam memadamkan api sebelum meluas. Saat ini, prioritas kami adalah melindungi pemukiman dan lahan pertanian," ujarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan. Laporan warga sangat membantu kami dalam memadamkan api sebelum meluas." — H. Syamsul, Kepala BPBD Kalsel
Dampak Asap dan Imbauan untuk Masyarakat
Asap dari karhutla mulai dirasakan oleh warga di sejumlah kota, seperti Banjarmasin dan Banjarbaru. Kualitas udara menurun drastis, dengan indeks pencemaran mencapai level tidak sehat. BNPB dan Dinas Kesehatan setempat telah mendistribusikan masker gratis kepada masyarakat dan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, sekolah-sekolah di beberapa kecamatan terpaksa diliburkan sementara untuk menghindari dampak kesehatan pada siswa. Pemerintah provinsi juga menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk menangani kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir.
BNPB mengingatkan bahwa musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November mendatang. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap karhutla harus ditingkatkan, terutama di lahan gambut yang rentan terbakar. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api ke nomor darurat 112 atau kantor BPBD setempat.
Dengan luas lahan terbakar yang mencapai 348 hektare, BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla di Kalsel akan menjadi prioritas nasional dalam beberapa pekan ke depan. Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana ini.
Comments (0)