Suasana megah dan penuh kesenian menyelimuti pelataran ikonik Objek Wisata Taman Tirtagangga, Kabupaten Karangasem, Bali. Gemericik air kolam warisan Kerajaan Karangasem menyatu harmonis dengan dentuman ritmis cengceng, kendang, dan gong baleganjur yang membahana. Dalam perhelatan Festival Tirtagangga Karangasem tersebut, panggung pertunjukan yang berdiri di atas kawasan kolam menjadi saksi aksi memukau dari para penabuh muda Bali.
Meski secara kuantitas jumlah peserta terbilang terbatas, pertunjukan yang disajikan benar-benar berkualitas tinggi dan sarat akan stamina. Sebanyak 12 sekaa baleganjur dari berbagai daerah di Bali tampil dengan totalitas penuh. Penampilan prima para penabuh dan penari ini tak hanya menghibur masyarakat setempat yang memadati lokasi, tetapi juga berhasil memukau deretan wisatawan mancanegara yang sedang menikmati keindahan taman air bersejarah tersebut.
Atraksi Spektakuler di Atas Gemericik Air Tirtagangga
Kompetisi seni karawitan ini sejatinya dirancang untuk menjaring seniman dari sembilan kabupaten/kota di seluruh Provinsi Bali. Panitia penyelenggara telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kelompok musik tradisional baleganjur untuk menunjukkan bakat, teknik, dan koreografi terbaik mereka di hadapan publik dan dewan juri.
Penanggung Jawab Festival Tirtagangga Karangasem, AA Made Kosalia, menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah peserta yang mendaftar hingga batas akhir pendaftaran tidak menyurutkan esensi dan kemeriahan gelaran seni budaya tersebut.
"Sebenarnya kami mengundang sekaa baleganjur se-Bali. Yang bersedia ikut lomba hanya 12 sekaa. Tetapi, ke-12 sekaa ini tampil sangat luar biasa dan menunjukkan totalitas tanpa batas," tegas AA Made Kosalia.
Irama musik yang dinamis dipadu dengan koreografi atraktif membuat atmosfer perlombaan kian memanas. Penonton yang memadati tepi kolam tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan meriah setiap kali sekaa baleganjur menyelesaikan struktur tabuhnya dengan keharmonisan nada yang presisi.
Sebaran Peserta Lintas Kabupaten di Bali
Peserta yang berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini berasal dari 5 kabupaten di Bali, yakni Karangasem, Klungkung, Gianyar, Tabanan, dan Badung. Kehadiran perwakilan antar-wilayah ini menyajikan keanekaragaman gaya dan karakter permainan baleganjur yang khas dari masing-masing daerah.
Berikut adalah daftar lengkap 12 sekaa baleganjur yang tampil bertanding dalam Festival Tirtagangga Karangasem:
| No | Nama Sekaa / Sanggar | Asal Daerah | Kabupaten |
|---|---|---|---|
| 1 | Sekaa Panji Semara Giri | Banjar Padangaji, Desa Peringsari, Selat | Karangasem |
| 2 | Sekaa Yowana Semara Indrawati | Banjar Mangku, Desa Ulakan, Manggis | Karangasem |
| 3 | Sekaa Sekati Tandak Langgo | Banjar Pesiatin Kaler, Desa Seraya Barat | Karangasem |
| 4 | Sekaa Gong Bala Datu | Banjar Dinas Delod Yeh Kawan, Desa Talibeng, Sidemen | Karangasem |
| 5 | Sanggar Sandhi Suara | Jalan Raya Tusan, Banjarangkan | Klungkung |
| 6 | Sanggar Kayonan | Semarapura Klod | Klungkung |
| 7 | Sanggar Putra Dalem | Banjar Ubud Kaja, Desa Ubud | Gianyar |
| 8 | Sanggar Yowana P3AS | Kecamatan Sukawati | Gianyar |
| 9 | Sanggar Purwa Lango Swara | Jalan Raya Mas No. 47, Gianyar | Gianyar |
| 10 | Sanggar K.S. Mardawa | Desa Kukuh, Kecamatan Kukuh | Tabanan |
| 11 | Sanggar Komunitas Asmaraguna X Komunitas Githa Dharma | Banjar Delod Uma, Desa Buwit, Kediri | Tabanan |
| 12 | Sekehe Gita Bandana X Bara Sibu | Desa Sibangkaja, Abiansemal | Badung |
Pelestarian Tradisi dan Optimalisasi Potensi Pariwisata
Pementasan baleganjur di destinasi wisata terbuka seperti Taman Tirtagangga menjadi sarana efektif dalam merevitalisasi budaya lokal sekaligus memperkuat daya pikat pariwisata. Musik baleganjur yang sarat akan semangat juang dan tempo energik terbukti memberi kesan mendalam bagi wisatawan asing yang menyaksikan pertunjukan seni secara langsung di alam terbuka.
Melalui ajang ini, pihak panitia berharap dapat konsisten menyediakan wadah ekspresi kreativitas bagi seniman muda Bali, sekaligus mempromosikan pariwisata Karangasem yang kaya akan warisan tradisi dan keindahan alam.
Comments (0)