KARANGASEM — Upacara sakral Karya Nubung Daging di Pura Prajapati Hyang Aluh, kawasan suci Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, berlangsung khidmat dan dipuput langsung oleh dua sulinggih terkemuka pada puncak rangkaian upacara yadnya.
Dua rohaniwan Hindu yang memimpin prosesi suci tersebut adalah Ida Pedanda Gede Oka Sambhawa dari Griya Alit, Banjar Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, serta Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga dari Griya Kerta Yoga, Desa Tulikub, Kecamatan Gianyar.
Prosesi Sakral dan Penanaman 27 Panca Datu
Pelaksanaan Karya Nubung Daging kali ini difokuskan pada penanaman benda suci sebagai landasan spiritual bangunan pura. Seluruh bangunan suci atau palinggih di Pura Prajapati Hyang Aluh sebelumnya telah melalui proses pemugaran fisik secara menyeluruh.
Pamangku Pura Prajapati Hyang Aluh, Jro Mangku Sudarta, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan tahapan penting untuk mengembalikan dan menyempurnakan kesucian bangunan setelah tahap konstruksi rampung.
"Mengingat seluruh bangunan tuntas dipugar, telah dilakukan upacara mlaspas, kali ini Karya Nubung Daging dengan mendem 27 kemasan panca datu, agar seluruh bangunan suci kembali," terang Jro Mangku Sudarta.
Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha. Ia membenarkan bahwa sebanyak 27 kemasan logam panca datu ditanam pada bagian dasar masing-masing palinggih sebagai simbol permohonan vibrasi kesucian.
Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan Karya
Rangkaian pemulihan spiritual tempat suci ini dilaksanakan secara berjenjang mengikuti pedoman tata upacara Hindu di Bali. Berikut adalah urutan tahapan yang dilangsungkan:
- Tahap Pemugaran Fisik: Renovasi menyeluruh pada seluruh struktur palinggih dan pelataran pura yang diempon oleh Pamaksan Batumadeg di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Karangasem.
- Upacara Pemelaspasan: Ritual pembersihan dan penyucian awal terhadap material bangunan yang baru didirikan.
- Karya Nubung Daging: Penanaman 27 kemasan panca datu di dasar setiap pelinggih yang dipuput oleh dua sulinggih untuk menghidupkan status spiritual bangunan.
- Puncak Piodalan: Perayaan hari suci piodalan yang dirangkaikan secara bersamaan dengan penutupan karya besar tersebut.
Pelaksanaan Berselang 13 Tahun
Upacara Nubung Daging memiliki siklus pelaksanaan reguler setiap 10 tahun sekali. Kendati demikian, pelaksanaan tahun ini mengalami penyesuaian waktu sehingga baru terlaksana setelah 13 tahun berlalu.
Keterlambatan selama tiga tahun tersebut diakui oleh Pamangku Pura Penataran Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana. Ia memaparkan bahwa momentum karya kali ini diputuskan digelar bersamaan dengan jadwal piodalan pura demi efektivitas dan kelengkapan upakara.
- Lokasi: Pura Prajapati Hyang Aluh, Besakih, Karangasem
- Pemuput: Ida Pedanda Gede Oka Sambhawa & Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga
- Ritual Kunci: Penanaman 27 kemasan panca datu
- Pengempon: Pamaksan Batumadeg (tanggung jawab Pemkab Karangasem)
Comments (0)