Sep 17, 2026
Nasional

KALBAR — Tim Gabungan Berhasil Menyelamatkan 17 Orangutan dari Karhutla

Kabut asap pekat membumbung tinggi menyelimuti lanskap hutan tropis di Kalimantan Barat. Di tengah kepungan kobaran api dan hawa panas yang membakar, ratap

KALBAR — Tim Gabungan Berhasil Menyelamatkan 17 Orangutan dari Karhutla

Kabut asap pekat membumbung tinggi menyelimuti lanskap hutan tropis di Kalimantan Barat. Di tengah kepungan kobaran api dan hawa panas yang membakar, ratapan satwa endemik yang kehilangan ruang hidup semakin nyata terdengar. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengganas di wilayah tersebut tidak hanya memusnahkan vegetasi hijau, tetapi juga mendorong primata langka menuju ambang kematian. Tim gabungan penyelamat satwa baru saja memindahkan **dua individu orangutan** tambahan yang terjebak di area perkebunan warga akibat habitat aslinya ludes dilalap si jago merah.

Penemuan dua individu ini menggenapkan total penyelamatan menjadi **17 individu orangutan** selama musim kemarau dan krisis Karhutla periode ini. Proses evakuasi berlangsung dramatis; petugas harus menembus ketebalan asap dengan jarak pandang sangat terbatas serta risiko menghirup gas beracun. Satwa-satwa yang dievakuasi umumnya berada dalam kondisi terdehidrasi, lemas, dan mengalami trauma berat akibat kehilangan sumber makanan serta dikepung asap tebal selama berhari-hari.

Kepungan Asap dan Evakuasi Dramatis di Lapangan

Krisis ekologi di Kalimantan Barat telah mencapai taraf yang sangat mengkhawatirkan. Api menyebar begitu cepat menyeberangi lahan gambut yang kering, mengisolasi kelompok-kelompok primata di kantong-kantong hutan tersisa. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama lembaga konservasi nirlaba terus melancarkan operasi pemindaian udara dan darat untuk melacak keberadaan primata terancam punah ini.

"Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Orangutan terdesak hingga ke pinggiran pemukiman dan kebun masyarakat karena rumah asli mereka sudah terbakar habis. Kami harus bergerak cepat membius dan menyeberangkan mereka ke pusat rehabilitasi sebelum mereka mati terhirup asap atau konflik dengan warga," ujar seorang petugas tim evakuasi di lokasi bencana.

Proses pemulihan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Banyak satwa yang diselamatkan mengalami gangguan pernapasan atas, luka bakar ringan pada telapak tangan dan kaki, serta malnutrisi akut. Rasa takut dan trauma mendalam terpancar jelas dari tatapan matanya saat petugas membungkus mereka dengan selimut penenang.

Dampak Karhutla terhadap Habitat Satwa

Kebakaran hutan gambut membawa dampak destruktif yang sistematis. Selain menghancurkan rantai makanan ekosistem Kalimantan, Karhutla mengancam populasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang statusnya sudah terancam kritis (Critically Endangered) menurut daftar merah IUCN.

Berikut adalah ikhtisar dampak krisis Karhutla terhadap upaya penyelamatan satwa di wilayah Kalimantan Barat:

Indikator Krisis Catatan & Data Lapangan
Total Orangutan Dievakuasi 17 Individu (Termasuk 2 individu terbaru)
Kondisi Kesehatan Umum Dehidrasi berat, ISPA, trauma psikologis, luka bakar ringan
Faktor Penyuplai Utama Kemarau ekstrem, pembukaan lahan ilegal, pembakaran gambut
Tindakan Lanjutan Karantina medis, rehabilitasi, skema pelepasliaran bertahap

Tantangan Rehabilitasi dan Masa Depan Habitat

Setelah berhasil dievakuasi dari zona bahaya, **17 orangutan** tersebut langsung dibawa ke pusat rehabilitasi dan konservasi terdekat. Di sana, tim medis veteriner bekerja secara maraton memeriksa kondisi fisik, memberikan cairan elektrolit, serta pengobatan intensif. Proses ini memakan waktu bulanan hingga tahunan sebelum satwa tersebut siap dikembalikan ke habitat aman yang baru.

Namun, tantangan terbesar terletak pada ketersediaan hutan yang aman. Ketika luasan hutan alam terus tergerus oleh Karhutla dan konversi lahan, ruang jelajah bagi satwa liar semakin menyempit. Apabila tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan tidak ditegakkan dan pemadaman Karhutla tidak dioptimalkan, keselamatan keanekaragaman hayati Indonesia berada dalam taruhan besar.

Pemerintah daerah bersama pihak berwajib mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Upaya mitigasi jangka panjang seperti pembasahan lahan gambut (rewetting) dan patroli terpadu harus segera ditingkatkan agar tragedi kemanusiaan dan ekologi ini tidak terus berulang setiap tahunnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat kian parah. Tim gabungan BKSDA dan relawan berhasil mengevakuasi 2 individu orangutan tambahan, menjadikan total 17 primata terancam punah berhasil diselamatkan dari bahaya asap dan kelaparan. Satwa kini menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User