JONGGOL, Bogor — KukuBima Sido Muncul bersama Yayasan TOP langsung tancap gas
Sikat Langsung Target 75 Pasien Hari pertama seremoni penyerahan bantuan berlangsung di aula RS Permata. Namun jauh sebelum itu, tim medis sudah bergerilya
Sikat Langsung Target 75 Pasien
Hari pertama seremoni penyerahan bantuan berlangsung di aula RS Permata. Namun jauh sebelum itu, tim medis sudah bergerilya menyaring peserta. Dari total 112 pendaftar, 75 di antaranya dinyatakan lolos skrining dan siap menjalani operasi bibir sumbing serta langit-langit secara bertahap.
- Lokasi operasi: RS Permata Jonggol, Kabupaten Bogor
- Jumlah pasien lolos: 75 orang, termasuk 18 anak balita
- Biaya: Gratis penuh — mulai operasi, obat-obatan, hingga kontrol pasca-bedah
- Tim dokter: 3 dokter spesialis bedah plastik, 2 residen, dan 10 perawat profesional
- Prioritas: Warga Jonggol, Cileungsi, dan daerah penyangga lainnya
Tak main-main, skrining sudah digelar sejak awal April 2026. Pasien wajib menjalani tes darah, evaluasi jantung, dan penilaian saluran napas. “Jadi bukan sekadar datang lalu operasi. Semua kami pastikan aman,” ujar dr. Arifin Lubis, Sp.BP, ketua tim dokter.
“Target kami bukan cuma menutup celah bibir. Kami ingin mengembalikan fungsi bicara, pendengaran, dan kepercayaan diri para pasien.” — dr. Arifin Lubis, Sp.BP.
KukuBima: “Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni”
Direktur CSR Sido Muncul, Surya Adi Pranata, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari peta jalan keberlanjutan perusahaan. Lewat produk KukuBima, Sido Muncul ingin menyalurkan Rp4,1 miliar untuk 500 operasi bibir sumbing di seluruh Indonesia sepanjang 2026.
“Hari ini kami buktikan, KukuBima bukan cuma produk minuman. Dia punya nyali, punya hati, dan hadir untuk bikin perubahan nyata.” — Surya Adi Pranata, Direktur CSR Sido Muncul.
Sementara itu, Ketua Yayasan TOP, Dian Anggraeni, menyebut kolaborasi ini sebagai “jimat” yang bisa meretas kesenjangan kesehatan. “Di pelosok, biaya operasi bisa 15–25 juta rupiah. Angka itu mustahil dijangkau keluarga petani atau buruh harian. Karena itu, kami hadir di Jonggol, bukan menunggu mereka datang ke kota,” tegasnya.
“Anak-anak ini hanya ingin senyum. Jangan biarkan uang mencuri hak mereka atas senyum yang utuh.” — Dian Anggraeni, Ketua Yayasan TOP.
Statistik Diam-diam Menusuk: 8.000 Bayi Per Tahun
Data Riset Kesehatan Dasar menyebut setiap tahun lebih dari 8.000 bayi di Indonesia lahir dengan celah bibir dan langit-langit. Prevalensi tertinggi terjadi di wilayah dengan akses gizi dan kesehatan terbatas. Tanpa operasi, anak-anak itu rentan mengalami malanutrisi, infeksi telinga kronis, gangguan bicara, bahkan isolasi sosial.
“Operasi bibir sumbing bukan estetika semata. Ini menyangkut tumbuh kembang anak secara holistik,” ujar dr. Arifin. Ia menambahkan, golden period tindakan adalah sebelum usia 2 tahun untuk bibir, dan sebelum 3 tahun untuk langit-langit. Itu sebabnya dari 75 pasien di Jonggol, 18 di antaranya adalah balita.
Skema Operasi Maraton
Untuk mengebut target, RS Permata menyiapkan dua kamar operasi paralel. Satu meja khusus bibir sumbing, satu meja khusus koreksi langit-langit. Setiap sesi ditargetkan 5–6 pasien per hari, sehingga seluruh rangkaian operasi diperkirakan tuntas dalam 3 pekan.
- Fase 1 (22–28 Mei): Operasi bibir sumbing, total 42 pasien
- Fase 2 (29 Mei–4 Juni): Operasi langit-langit, total 18 pasien
- Fase 3 (5–12 Juni): Operasi lanjutan dan perawatan intensif
- Kontrol pasca-operasi: H+7, H+30, dan H+90 bebas biaya
Cara Daftar Kuota Tambahan
Meski kuota utama terpenuhi, panitia membuka waiting list untuk batch berikutnya yang direncanakan pada September 2026. Masyarakat dapat mendaftar langsung ke posko RS Permata Jonggol atau menghubungi hotline Yayasan TOP di 0857-8888-1234. Syarat administrasi hanya KTP/KK dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.
“Semua pemangku kepentingan kami libatkan: dinas sosial, puskesmas, hingga kader posyandu. Kami ingin jaring bantuan ini sampai ke yang benar-benar butuh,” pungkas Dian.
[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: KukuBima & Yayasan TOP gelar operasi bibir sumbing GRATIS massal di RS Permata Jonggol! 75 pasien siap senyum baru tanpa biaya sepeser pun. Salut buat aksi nyata ini! #CSRSidoMuncul #OperasiGratis #KukuBimaPeduli [SOCIAL_FB]: Puluhan anak dan dewasa di Jonggol akhirnya bisa tersenyum lepas. KukuBima Sido Muncul dan Yayasan TOP menggratiskan operasi bibir sumbing — dari ruang bedah sampai kontrol, nol rupiah. Baca liputan lengkapnya! [SOCIAL_TG]: 🚑 Operasi bibir sumbing GRATIS di RS Permata Jonggol! KukuBima + Yayasan TOP targetkan 75 pasien. Biaya? Rp0. Senyum baru? Tak ternilai. Yuk, sebarkan agar lebih banyak yang tahu! [SOCIAL_THREADS]: Senyum itu gratis, tapi operasinya bisa belasan juta. Nah, KukuBima dan Yayasan TOP bikin semuanya jadi nol rupiah di Jonggol. 75 cerita baru dimulai hari ini. ❤️ [TAGS]: KukuBima, Sido Muncul, Yayasan TOP, operasi bibir sumbing, RS Permata Jonggol
Comments (0)