Pembatasan Penumpang KRL Picu Antrean Panjang di Stasiun Bekasi

Stasiun Bekasi — Antrean panjang tak terhindarkan di Stasiun Bekasi pagi ini, Senin (1/2/2021), setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan pe

Jul 10, 2026 - 21:30
0 0
Pembatasan Penumpang KRL Picu Antrean Panjang di Stasiun Bekasi
Stasiun Bekasi — Antrean panjang tak terhindarkan di Stasiun Bekasi pagi ini, Senin (1/2/2021), setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan pembatasan ketat jumlah penumpang KRL. Jalur antrean mengular dari dalam stasiun hingga menjorok ke area parkir dan trotoar luar. Ratusan calon penumpang terpaksa menunggu lebih dari 30 menit hanya untuk bisa masuk ke peron. Pantauan di lokasi, warga yang mayoritas pekerja kantoran dan mahasiswa tetap mematuhi protokol kesehatan—masker menutupi wajah, sebagian membawa hand sanitizer di tas. Namun, jarak fisik satu meter mulai sulit dipertahankan saat volume manusia membludak di jam sibuk. Suasana sempat gaduh ketika sejumlah penumpang mendorong antrean setelah mendengar kereta akan tiba.

Kronologi Antrean Panjang Sejak Subuh

Rangkaian peristiwa yang memicu penumpukan calon penumpang dimulai sejak dini hari:
  1. Pukul 05.30 WIB: Pintu Stasiun Bekasi dibuka. Ratusan penumpang yang sudah menunggu sejak subuh langsung memadati gate elektronik. Petugas mulai memfilter penumpang sesuai kuota harian.
  2. Pukul 06.30 WIB: Kereta pertama tujuan Jakarta Kota tiba. Hanya 74 orang per gerbong diizinkan masuk, sesuai kebijakan pembatasan kapasitas 40 persen. Penumpang yang tak kebagian tempat diminta menunggu kereta berikutnya.
  3. Pukul 07.00 WIB: Antrean mengular hingga ke luar stasiun, menutupi sebagian area parkir motor. Petugas keamanan menambah barikade dan membentuk jalur switchback untuk menghindari kerumunan.
  4. Pukul 07.45 WIB: Kepala Stasiun Bekasi mengumumkan penambahan dua perjalanan ekstra untuk mengurai antrean. Namun, penumpukan baru kembali terbentuk 15 menit kemudian.
“Saya sudah di sini sejak jam setengah enam, tapi baru bisa masuk kereta ketiga. Biasanya langsung naik tanpa antre,” keluh Rina (29), karyawan swasta di Sudirman. Ia terpaksa mengabari atasannya bahwa keterlambatan tak bisa dihindari.

Pembatasan Demi Cegah Penularan COVID-19

Kebijakan ini merupakan bagian dari pengetatan protokol kesehatan sektor transportasi publik selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabodetabek. PT KCI membatasi kapasitas KRL maksimal 40 persen dari kapasitas normal atau sekitar 74 penumpang per gerbong, dari semestinya 180 orang. Data dari Command Center PT KCI menunjukkan volume pengguna di Stasiun Bekasi pada jam sibuk pagi bisa menembus 4.000 penumpang per jam. Dengan kuota hanya sekitar 1.600 penumpang per jam, antrean adalah konsekuensi logis. VP Corporate Secretary PT KCI, Anne Purba, menegaskan pembatasan “tidak bisa ditawar” demi keselamatan. “Kami paham ini merepotkan, tapi pilihan kami adalah safety first. Kami terus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 setempat untuk memastikan jaga jarak bisa diterapkan semaksimal mungkin,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.

Kondisi di Lapangan: Masker Dipakai, Jaga Jarak Sulit

Meski petugas berkali-kali mengingatkan lewat pengeras suara, physical distancing sulit terwujud saat antrean memadat. Di titik gate elektronik, penumpang tampak berdesakan. Beberapa petugas berdiri di sela antrean dengan alat pengukur suhu thermal scanner dan menolak penumpang bersuhu di atas 37,3°C. “Saya cemas, ini malah bikin klaster baru kalau begini terus. Harusnya ada jadwal keberangkatan bergilir,” ujar Hendra, seorang penumpang yang memilih menepi dan menunggu antrean mengendur. Ia menunjukkan tiket elektroniknya yang sudah tidak bisa direfund. Pihak stasiun menyiagakan 12 petugas keamanan tambahan dari Polsuska dan TNI untuk mengatur lalu lintas penumpang. Toilet dan wastafel portabel ditambah di area antrean luar.

Respons Penumpang dan Solusi Jangka Pendek

Di media sosial, tagar #StasiunBekasiMengular sempat menjadi perbincangan. Warganet berbagi foto antrean yang mengular dan mengkritik kurangnya sosialisasi kuota. PT KCI kemudian merespons dengan menyebarkan informasi lewat akun resmi @CommuterLine: kapasitas terbatas, imbauan bekerja dari rumah, serta jadwal ekstra kereta. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan PT KCI untuk mengkaji kemungkinan sistem slot booking atau waktu kedatangan bergelombang. “Kami usulkan penumpang memesan kuota di malam hari lewat aplikasi, jadi tidak perlu antre di pagi buta,” kata Kepala Dinas Perhubungan. Bagi penumpang, pilihan terbatas. Sebagian memilih beralih ke bus Transjakarta atau ojek online, namun biayanya lebih mahal. “Saya naik KRL karena hemat, tapi kalau harus antre begini, mungkin beralih meskipun ongkosnya dua kali lipat,” ujar Siti, buruh pabrik di Cakung. Pagi ini, Stasiun Bekasi menjadi saksi bagaimana satu kebijakan pembatasan berdampak langsung pada ribuan orang. Hingga pukul 09.00 WIB, antrean masih terlihat meski lebih landai. PT KCI berjanji akan mengevaluasi situasi ini dalam rapat internal sore nanti. [TAGS]: KRL, Stasiun Bekasi, Pembatasan Penumpang, Antrean Panjang, Commuter Line [SOCIAL_TWEET]: Pagi ini Stasiun Bekasi dipadati antrean panjang calon penumpang KRL. Pembatasan kapasitas 40% bikin warga mengular hingga ke luar stasiun. Banyak yang telat kerja. #KRL #StasiunBekasi #CommuterLine [SOCIAL_FB]: Antrean mengular di Stasiun Bekasi pagi ini, Senin 1 Februari 2021. Ratusan penumpang rela menunggu lebih dari 30 menit karena pembatasan kuota KRL. Begini potretnya... [SOCIAL_TG]: 😱🚃 Antrean panjang mengular di Stasiun Bekasi pagi ini. Pembatasan kapasitas penumpang KRL bikin calon penumpang rela antre berjam-jam. Tetap jaga prokes ya! #KRLUpdate [SOCIAL_THREADS]: Pagi ini Stasiun Bekasi berubah jadi lautan manusia. Antrean penumpang KRL sampai ke parkiran. Ternyata gara-gara pembatasan kapasitas 40% per gerbong. Pernah ngalamin antrean segila ini? Cerita dong~

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User