Jokowi Safari Bareng PSI, Politisi PDIP: Kampanye 2029 Buat Pemenangan Anaknya
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memulai rangkaian safari politiknya ke berbagai daerah di Indonesia, dengan titik awal kunjungan di Provinsi Lampung. Yang menarik perhatian publik, Jokowi tampa
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memulai rangkaian safari politiknya ke berbagai daerah di Indonesia, dengan titik awal kunjungan di Provinsi Lampung. Yang menarik perhatian publik, Jokowi tampak mengenakan setelan yang dihiasi logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama kegiatan tersebut. Manuver terbaru mantan orang nomor satu di Indonesia ini sontak menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Partai berlambang banteng moncong putih ini menafsirkan aksi Jokowi bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah langkah strategis yang sarat akan kepentingan elektoral jangka panjang. PDIP secara tegas menilai safari tersebut sebagai bentuk kampanye terselubung untuk pesta demokrasi 2026. Lebih spesifik lagi, partai yang pernah menaungi Jokowi selama puluhan tahun itu meyakini langkah ini merupakan siasat untuk mengamankan trah politik keluarga, terutama demi masa depan anak-anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Manuver Politik Demi Dinasti
Ketua DPP PDIP, Guntur Romli, memberikan kritik pedas saat dimintai keterangan oleh media kami pada Jumat (26/6/2026). Guntur secara blak-blakan menyebut bahwa safari Jokowi dengan atribut PSI bukan lagi tentang pengabdian kepada rakyat, melainkan proyek pribadi untuk kemenangan di Pemilu 2026.
Guntur menguraikan bahwa salah satu target utama dari langkah ini adalah untuk menopang posisi politik Gibran Rakabuming Raka. Menurut analisisnya, ada potensi besar bahwa Gibran tidak akan kembali melanjutkan duet dengan Prabowo Subianto dalam kontestasi mendatang, sehingga diperlukan mesin politik alternatif yang kuat.
"Itu kampanye politik untuk 2026, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi. Dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang," kata Guntur Romli kepada media kami.
Tidak hanya berhenti pada Gibran, Guntur juga menyoroti peran Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Ia menilai bahwa upaya mendorong popularitas PSI melalui figur Jokowi adalah taktik untuk memuluskan jalan Kaesang di panggung politik nasional, memastikan partai yang kini dipimpin putra bungsu Jokowi itu dapat lolos ambang batas parlemen.
Kritik PDIP semakin tajam dengan membandingkan masa lalu dan masa kini Jokowi. Jika dulu Jokowi dianggap sebagai "petugas partai" yang menjalankan tugas melayani publik, kini langkahnya dinilai telah bergeser drastis. Guntur Romli menggunakan istilah "jongos partai" untuk menggambarkan posisi mantan presiden yang dianggapnya tengah dieksploitasi secara politik.
"Semua demi masa depan anak-anaknya Jokowi harus kerja keras. Dulu sebagai 'petugas partai' PDI Perjuangan, Jokowi ditugaskan jadi wali kota, gubernur dan presiden untuk melayani rakyat. Sekarang Jokowi jadi 'jongos partai PSI' dieksploitasi untuk kepentingan elektoral semata," ujarnya menambahkan.
Dengan dimulainya safari politik ini, peta konstelasi menuju Pemilu 2026 tampaknya akan semakin dinamis dan diwarnai oleh persaingan sengit antara poros politik lama dan formasi baru yang kini digawangi oleh keluarga Jokowi bersama PSI.
Comments (0)