Jejak Kampung Tenggelam Muncul Kembali di Bendungan Karian
LEBAK – Sebuah peristiwa langka sekaligus mengejutkan terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Sisa-sisa perkampungan yang selama ini tenggelam di dasar Bendungan Karian tiba-tiba muncul kembali ke permu...
LEBAK – Sebuah peristiwa langka sekaligus mengejutkan terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Sisa-sisa perkampungan yang selama ini tenggelam di dasar Bendungan Karian tiba-tiba muncul kembali ke permukaan. Ini adalah kali pertama sejak bendungan itu diresmikan dan mulai menggenangi kawasan tersebut pada tahun 2023.
Kemarau Panjang Singkap Sejarah
Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit air bendungan menyusut tajam. Air yang biasanya menutupi seluruh lembah kini surut, menyisakan daratan berlumpur yang memperlihatkan struktur bangunan lama. Warga setempat dikejutkan oleh pemandangan atap-atap rumah, dinding, dan bahkan menara masjid yang muncul dari dalam air.
Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa fenomena ini mulai terlihat sejak kemarin pagi. "Kami tidak menyangka akan melihatnya lagi. Ini seperti kembali ke masa lalu," ujar seorang warga yang rumah lamanya dulu termasuk yang digusur untuk proyek strategis nasional tersebut.
Jejak Pemukiman yang Hilang
Proyek Bendungan Karian merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pembangunannya menelan biaya triliunan rupiah dan menenggelamkan sedikitnya tiga desa. Relokasi warga dilakukan secara bertahap sejak 2018, meski banyak yang menolak karena alasan adat dan sejarah.
Bendungan Karian, yang diresmikan pada tahun 2023, memang dibangun di atas lahan yang sebelumnya merupakan kawasan permukiman padat. Ratusan keluarga harus direlokasi dan meninggalkan rumah, sekolah, serta tempat ibadah mereka. Setelah pintu air ditutup, seluruh lembah perlahan berubah menjadi danau buatan raksasa. Kini, setelah tiga tahun, warisan yang tenggelam itu kembali tersingkap.
Yang tampak di antaranya adalah fondasi rumah penduduk, tiang-tiang listrik yang sudah berkarat, serta jalan desa yang masih bisa dikenali. Beberapa bagian bangunan masih berdiri kokoh meski terendam bertahun-tahun. Lumpur tebal menyelimuti hampir semua permukaan.
UPDATE: Hingga siang ini, permukaan air dilaporkan masih terus turun. Diperkirakan dalam dua hari ke depan, lebih banyak struktur akan terlihat apabila tidak ada hujan.
Respons dan Antisipasi
Hari ini, sejumlah mantan penduduk datang membawa kamera dan ponsel untuk mengabadikan momen langka tersebut. Beberapa di antaranya terlihat haru saat melihat kembali rumah masa kecil mereka yang kini hanya tersisa puing-puing. "Saya lahir dan besar di sini. Rasanya campur aduk," ujar seorang perempuan paruh baya yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah setempat dan pengelola bendungan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, petugas di lokasi sudah mulai membatasi akses warga yang penasaran demi alasan keamanan. "Kondisi tanah labil dan masih banyak lumpur yang bisa membahayakan," kata seorang petugas jaga.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat akan pengorbanan warga yang tergusur demi pembangunan infrastruktur nasional. Sementara itu, warga yang dulu tinggal di kampung tersebut mulai berdatangan untuk melihat langsung sisa-sisa rumah mereka.
- Lokasi: Bendungan Karian, Lebak, Banten
- Waktu kejadian: Pertama kali terlihat 24 Juli 2026
- Sebab: Kemarau panjang, debit air surut drastis
- Dampak: Struktur kampung lama terlihat, termasuk rumah dan masjid
- Status: Akses dibatasi; evakuasi tidak diperlukan
Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau. Tim Beritatercepat akan melaporkan setiap informasi baru dari lapangan.
Comments (0)