Sep 17, 2026
Hukum

Jawa Timur — BNPB Tangani Karhutla Empat Gunung Utama

Asap tebal membumbung tinggi menyelimuti lanskap megah pegunungan Jawa Timur, menandai pertempuran sengit yang belum usai melawan si jago merah. Musim kema

Jawa Timur — BNPB Tangani Karhutla Empat Gunung Utama

Asap tebal membumbung tinggi menyelimuti lanskap megah pegunungan Jawa Timur, menandai pertempuran sengit yang belum usai melawan si jago merah. Musim kemarau ekstrem yang diiringi hembusan angin kencang memperparah insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini mengepung sedikitnya empat kawasan gunung berapi utama. Kawasan konservasi legendaris, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), menjadi salah satu titik yang paling parah terdampak, memicu kekhawatiran mendalam bagi ekosistem lokal dan sektor pariwisata nasional.

Ancaman Api di Puncak-Puncak Jawa Timur

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari berbagai unsur masih berjibaku memadamkan titik api di empat lokasi berbeda. Selain kawasan Bromo-Semeru, si jago merah juga membakar vegetasi kering di lereng Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Kawi, serta Gunung Lawu yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Medan yang curam dan akses jalan yang amat terbatas menjadi kendala utama petugas dalam mempercepat proses pemadaman jalur darat.

Berdasarkan pencatatan sementara dari BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, ratusan hektar lahan vegetasi berupa savana, alang-alang, dan hutan cemara gunung telah hangus terbakar. Berikut adalah gambaran singkat penanganan di titik-titik utama:

Kawasan Gunung Status Penanganan Tantangan Utama
Bromo-Semeru Pemadaman Udara & Darat Angin Kencang & Savana Kering
Arjuno-Welirang Lokalisasi Titik Api Tebing Kecam & Terjal
Gunung Lawu Sekat Bakar Darat Vegetasi Padat & Angin Gunung
Gunung Kawi Pendinginan (Cooling Down) Sumber Air Terbatas

Dampak Lingkungan dan Kelumpuhan Sektor Pariwisata

Kebakaran yang meluas ini tidak hanya merusak keanekaragaman hayati flora dan fauna endemik, tetapi juga memukul mata pencaharian warga lokal. Jalur pendakian dan tempat wisata populer di area Bromo serta Semeru terpaksa ditutup total untuk menjamin keselamatan pengunjung dan mempermudah mobilisasi armada pemadam. Ribuan pelaku usaha jasa wisata—mulai dari penyedia jip, pemandu wisata, hingga pengusaha penginapan—kini menanggung dampak kerugian ekonomi yang cukup signifikan.

"Kondisi angin di puncak sangat tidak menentu dan vegetasi alang-alang yang kering membuat api menyebar dalam hitungan menit. Kami memprioritaskan keselamatan personel sembari memaksimalkan strategi sekat bakar dan pengeboman air (water bombing) dari udara," ungkap perwakilan BNPB dalam keterangan resminya.

Para ahli lingkungan menegaskan bahwa pemulihan ekosistem pegunungan yang terbakar membutuhkan waktu bertahun-tahun. "Kerusakan vegetasi di dataran tinggi berisiko tinggi memicu bencana susulan berupa tanah longsor dan banjir bandang saat musim hujan tiba nanti," ujar seorang pakar konservasi alam Jawa Timur.

Upaya Pemadaman Berpacu dengan Angin Kencang

Operasi penanggulangan karhutla melibatkan ribuan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, petugas TNBTS, Perhutani, dan kelompok relawan masyarakat peduli api. BNPB telah mengarahkan helikopter water bombing untuk menjangkau area puncak yang tidak mungkin ditempuh melalui jalur darat. Helikopter ini mengambil air dari sumber terdekat untuk mengguyur titik-titik api utama secara berulang.

Pemerintah daerah mengimbau keras masyarakat dan wisatawan untuk tidak menyalakan api dalam bentuk apa pun, termasuk suar (flare), api unggun, maupun membuang puntung rokok sembarangan di area rawan kebakaran. Sikap waspada dan kepedulian bersama menjadi kunci utama agar tragedi kebakaran hutan skala besar di pegunungan Jawa Timur ini tidak semakin meluas dan berulang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User