Sep 17, 2026
Hukum

LUMAJANG — Gunung Semeru Erupsi Kembali, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Suasana tenang di kawasan lereng Gunung Semeru mendadak berubah menjadi kepanikan kecil ketika puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali menunjukkan

LUMAJANG — Gunung Semeru Erupsi Kembali, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Suasana tenang di kawasan lereng Gunung Semeru mendadak berubah menjadi kepanikan kecil ketika puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu pagi. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat aktivitas letusan yang terjadi persis pukul 06.28 WIB, melontarkan kolom abu tebal yang membumbung tinggi ke angkasa dan menyelimuti sebagian wilayah sekitarnya.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu letusan teramati membumbung hingga 1.000 meter di atas puncak Mahameru. Jika diukur dari atas permukaan laut, ketinggian kolom abu tersebut mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Semburan material vulkanik ini terlihat berwarna kelabu hingga putih tebal yang bergerak intensif ke arah barat daya dan barat.

Rincian Kronologi dan Parameter Erupsi

Petugas PGA Semeru melaporkan bahwa erupsi ini terekam jelas pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi letusan berlangsung selama 101 detik. Aktivitas ini menambah catatan panjang erupsi gunung yang secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut.

Parameter Erupsi Data Pengamatan
Waktu Kejadian 06.28 WIB
Tinggi Kolom Abu 1.000 meter di atas puncak
Total Ketinggian Erupsi 4.676 mdpl
Amplitudo Maksimum 22 mm
Durasi Gempa Erupsi 101 detik
Status Gunung Api Level III (Siaga)

Pihak otoritas teknis langsung mengeluaran peringatan dini bagi warga pemukiman terdekat.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,"
tegas pihak otoritas PVMBG dalam laporan resminya.

Rekomendasi Keselamatan dan Pembatasan Zona Bahaya

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih dipertahankan pada Level III (Siaga). Status ini menuntut koordinasi intensif antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, aparat TNI, Polri, serta relawan setempat guna mengawasi pergerakan warga di area rawan bencana.

PVMBG menerbitkan sejumlah instruksi keselamatan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru:

  • Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Km: Tidak diperbolehkan ada aktivitas masyarakat di dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
  • Waspadai Awan Panas Guguran (APG): Masyarakat diminta mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
  • Penggunaan Masker Pelindung: Mengimbau warga yang bermukim di wilayah terdampak paparan hujan abu vulkanik untuk selalu mengenakan masker guna mencegah risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ketahanan Warga di Bawah Bayang-Bayang Mahameru

Bagi warga yang mengandalkan mata pencaharian di lereng gunung, gemuruh dan kepulan abu Semeru merupakan dinamika alam yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan tinggi. Rasa cemas kerap menyelimuti, tetapi kepatuhan pada petunjuk keselamatan tetap menjadi benteng utama perlindungan diri. Seperti yang diutarakan salah seorang warga Kecamatan Pronojiwo, "Kami sudah terbiasa membaca tanda-tanda alam dari Mahameru, tetapi setiap kali ada kolom abu tebal seperti pagi ini, doa dan kesiapan barang evakuasi selalu menjadi hal pertama yang kami prioritaskan."

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang terus melakukan patroli menyisir desa-desa berisiko tinggi. Pembagian masker pelindung dan pengecekan jalur evakuasi utama disiapkan sebagai tindakan antisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih intens pada hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User