Sep 18, 2026
Nasional

Jawa Tengah — Gubernur Instruksikan Intervensi Pasar Usai Harga Beras Naik

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dan tegas untuk meredam lonjakan harga beras yang terjadi di tingkat pengecer. Langkah t

Jawa Tengah — Gubernur Instruksikan Intervensi Pasar Usai Harga Beras Naik

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dan tegas untuk meredam lonjakan harga beras yang terjadi di tingkat pengecer. Langkah tanggap ini diambil usai pemantauan ketat terhadap pergerakan harga komoditas pangan utama pada kurun waktu 2 hingga 6 September 2026 menunjukkan tren kenaikan yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Menanggapi data lapangan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah memberikan instruksi langsung kepada jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog Kanwil Jateng, serta dinas perdagangan di seluruh kabupaten dan kota untuk segera menggelar intervensi pasar secara masif. Kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dinilai telah melampaui rentang wajar dan berpotensi memicu tekanan inflasi daerah jika tidak segera dikendalikan.

Kronologi Kenaikan Harga dan Respon Cepat Pemprov

Dinamika harga bahan pokok di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir mencatatkan lonjakan yang signifikan. Berdasarkan laporan pemantauan pasar bulanan, berikut adalah urutan kejadian yang mendorong dikeluarkannya instruksi intervensi pasar tersebut:

  1. 2–6 September 2026: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menemukan pergerakan harga beras medium dan premium yang terus merangkak naik di pasar-pasar tradisional Semarang, Surakarta, Banyumas, dan Pati.
  2. 7 September 2026: Dinas Ketahanan Pangan mengadakan evaluasi darurat yang menunjukkan bahwa pasokan dari tingkat penggilingan mulai menipis akibat berakhirnya masa panen raya di beberapa wilayah lumbung padi.
  3. 8 September 2026: Pj Gubernur Jawa Tengah secara resmi menerbitkan instruksi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penggelontoran cadangan beras pemerintah secara serentak.
"Pemantauan pekan pertama September menunjukkan tren yang harus segera kita tangani. Intervensi pasar tidak bisa ditunda agar pasokan tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga," tegas perwakilan dari Pemprov Jateng dalam keterangan resminya.

Analisis Komparasi Harga dan Pasokan Pasar

Kenaikan harga beras di tingkat pengecer tercatat sudah menembus angka di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Perbandingan antara standar HET dan kondisi riil di lapangan menunjukkan urgensi dilakukannya operasi pasar.

Jenis Komoditas Beras HET Pemerintah (per Kg) Harga Pengecer (Awal Sept 2026) Selisih Kenaikan
Beras Medium Rp12.500 Rp14.200 + Rp1.700 (13,6%)
Beras Premium Rp14.900 Rp16.500 + Rp1.600 (10,7%)

Faktor teknis yang melatarbelakangi fenomena ini mencakup jeda antara musim tanam dan panen, hambatan distribusi di tingkat perantara, serta kenaikan biaya transportasi logistik. Pengamat ekonomi pertanian memberikan pandangannya terkait situasi pasar saat ini. Menurutnya, "Intervensi pasar bukan sekadar menyalurkan beras murah, tetapi juga mengirimkan sinyal psikologis ke pasar bahwa stok pemerintah sangat aman, sehingga spekulan tidak memainkan harga."

Skema Pelaksanaan Operasi Pasar dan Pengawasan Satgas

Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Pemprov Jawa Tengah menyusun strategi intervensi terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Strategi tersebut mencakup beberapa poin operasional penting:

  • Penyaluran Beras SPHP: Penggelontoran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dialokasikan sebanyak 500 ton per hari langsung ke pedagang pasar tradisional.
  • Gerakan Pangan Murah (GPM): Pembukaan posko penjualan beras murah di 35 kabupaten/kota dengan target konsumen masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Pengawasan Ketat Satgas Pangan: Pelibatan aparat kepolisian untuk memantau jalur distribusi guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum pedagang besar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying). Cadangan beras di gudang Bulog Jateng dipastikan mencapai 120.000 ton, kuota yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daerah hingga akhir tahun 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User