Sep 18, 2026
Nasional

MTQ Nasional 2026 di Jateng Ditargetkan Putar Ekonomi Rp1,2 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target optimistis terhadap dampak ekonomi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang dijadwalk

MTQ Nasional 2026 di Jateng Ditargetkan Putar Ekonomi Rp1,2 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target optimistis terhadap dampak ekonomi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada 2026. Ajang keagamaan dua tahunan skala nasional ini diproyeksikan mampu mencatatkan perputaran dana hingga mencapai Rp1,2 triliun.

Antusiasme tinggi diprediksi akan menyelimuti ibu kota Jawa Tengah saat ribuan kafilah, official, juri, serta pendukung dari 38 provinsi di seluruh Nusantara berkumpul. Kehadiran para delegasi tersebut diyakini menjadi katalisator kuat dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui belanja akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pariwisata.

Dampak Multiplier Effect bagi Pariwisata dan Perhotelan

Wakil Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa perhelatan MTQ Nasional bukan sekadar kompetisi syiar Islam dan pembacaan kitab suci, melainkan momentum emas untuk mengungkit potensi pariwisata lokal dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif. Ribuan tamu yang datang dipastikan memadati berbagai destinasi unggulan di Semarang dan daerah sekitarnya.

"Kami memproyeksikan perputaran uang dari agenda akbar ini menembus angka Rp1,2 triliun. Kehadiran para peserta dan wisatawan dari berbagai penjuru tanah air akan memberikan multiplier effect yang nyata bagi geliat ekonomi masyarakat Jawa Tengah," ujar Wakil Gubernur.

Tingkat keterisian kamar hotel (okupansi) di Kota Semarang dan wilayah aglomerasi Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Purwodadi) diprediksi akan menyentuh level maksimal selama masa perhelatan berlangsung. Daya tarik cagar budaya seperti kawasan Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), hingga wisata religi di pesisir utara dipersiapkan untuk menyambut lonjakan kunjungan.

Peluang Emas UMKM dan Sektor Penunjang

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu garda terdepan yang paling diuntungkan dari pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah sentra pameran dan bazar khusus produk lokal guna memaksimalkan serapan produk daerah.

Beberapa sektor utama yang diproyeksikan meraup perputaran omzet besar meliputi:

  • Akomodasi dan Perhotelan: Peningkatan sewa hotel berbintang, wisma, hingga homestay milik warga lokal.
  • Kuliner dan Restoran: Lonjakan konsumsi harian delegasi serta sentra oleh-oleh khas Semarang seperti lumpia, wingko babat, dan bandeng presto.
  • Produk Kreatif dan Busana Muslim: Penjualan batik khas Jawa Tengah, kerajinan tangan, hingga perlengkapan ibadah.
  • Jasa Transportasi dan Logistik: Peningkatan utilisasi kendaraan sewa, taksi lokal, dan agen perjalanan wisata.

Kesiapan Sarana dan Kolaborasi Lintas Instansi

Guna mewujudkan target transaksi dan kesuksesan acara, Pemprov Jateng terus mempercepat konsolidasi infrastruktur serta koordinasi bersama Kementerian Agama, pemerintah kota/kabupaten, dan kepolisian. Penyiapan venue perlombaan di berbagai titik strategis terus disempurnakan demi menjamin kenyamanan para kafilah selama berkompetisi.

Melalui tata kelola acara yang profesional dan keramahan khas masyarakat Jawa Tengah, pemerintah optimistis gelaran MTQ Nasional 2026 tidak hanya sukses secara prestasi spiritual, tetapi juga menjadi tonggak percepatan pemulihan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User