Janji Balikin Uang Tiket, Travel Akui Tanggung Jawab Usai Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Berangkat

Pihak biro perjalanan akhirnya buka suara menyusul kegagalan sebagian kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau yang seharusnya berlaga di Manokwari, Papua Barat. Manajeme

Jul 08, 2026 - 18:32
0 0
Janji Balikin Uang Tiket, Travel Akui Tanggung Jawab Usai Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Berangkat

Pihak biro perjalanan akhirnya buka suara menyusul kegagalan sebagian kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau yang seharusnya berlaga di Manokwari, Papua Barat. Manajemen travel menyatakan kesiapan mengembalikan dana kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti. Di hadapan awak media di Tanjungpinang, ia menegaskan bahwa perusahaannya bertanggung jawab penuh atas terhambatnya keberangkatan puluhan peserta dan berjanji akan mengembalikan seluruh uang tiket yang telah dibayarkan.

“Uang dari LPPD sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia,” kata Vivi kepada wartawan, seperti dikutip dari laporan yang diterima media kami, Senin (29/6/2026).

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa telah terjadi persoalan di jalur koordinasi yang tidak melibatkan penyelenggara resmi, sehingga mengakibatkan tiket tidak terbit sesuai jadwal. Vivi pun tidak merinci identitas oknum yang dimaksud, namun ia mengakui bahwa keputusan menjalin kesepakatan mandiri itu berada sepenuhnya di wilayahnya.

Kronologi kerja sama ini bermula ketika Vivi menerima informasi mengenai kegiatan Pesparawi dari salah seorang pegawai di lingkungan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan DPRD) Kepri. Informasi itulah yang kemudian membawanya berkenalan dengan panitia penyelenggara dan akhirnya melahirkan kontrak penyediaan tiket.

Setelah proposal disetujui, LPPD Kepri langsung melakukan pembayaran penuh sebesar Rp 1,016 miliar pada 7 Mei 2026. Dana itu dialokasikan untuk pembelian tiket pulang-pergi bagi 68 peserta yang akan mengikuti ajang paduan suara gerejawi di Manokwari. Seluruh dana masuk ke rekening perusahaan tanpa potongan, menegaskan bahwa tanggung jawab eksekusi sepenuhnya ada di tangan biro perjalanan tersebut.

Namun kenyataan berkata lain. Saat jadwal keberangkatan tiba, sejumlah kontingen tidak bisa terbang karena tiket yang dijanjikan tidak kunjung muncul dalam sistem maskapai. Ketidakjelasan status tiket ini seketika memicu kekecewaan luas di kalangan peserta, pelatih, dan keluarga yang selama ini menaruh harapan tinggi pada ajang bergengsi itu. Panitia lokal pun kebingungan karena pihak travel hanya bisa memberikan penjelasan yang terbatas.

Kini sorotan tertuju pada langkah konkret yang akan diambil. Vivi menyampaikan bahwa proses pengembalian dana segera diproses. Pernyataan ini memberi sedikit kelegaan meskipun belum bisa menghapus kekecewaan akibat batalnya penampilan kontingen yang sudah berlatih intensif selama berbulan-bulan.

Beritatercepat.com masih akan terus memantau perkembangan penyelesaian kasus ini, termasuk upaya para pihak untuk mencari titik terang dan memastikan kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User