Jampidsus Pimpin Rapat Darurat di Kejagung, Sinyal Penindakan Tegas

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memimpin langsung rapat tertutup di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7). Rapat ini digelar secara tiba-tiba, menandakan urgens...

Jul 12, 2026 - 13:04
0 0
Jampidsus Pimpin Rapat Darurat di Kejagung, Sinyal Penindakan Tegas

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memimpin langsung rapat tertutup di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7). Rapat ini digelar secara tiba-tiba, menandakan urgensi tinggi.

Pertemuan strategis itu membahas percepatan penanganan tiga kasus korupsi besar yang menjadi sorotan. Rapat berlangsung di ruang rapat utama Gedung Bundar. Hadir seluruh direktur dan jaksa penyidik senior.

Fokus pada Tiga Kasus Besar

Informasi yang dihimpun menyebutkan tiga kasus prioritas menjadi bahasan utama. Ketiganya melibatkan kerugian negara triliunan rupiah.

  • Kasus Pertama: Dugaan korupsi proyek infrastruktur di kementerian teknis. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
  • Kasus Kedua: Penyelewengan dana penanganan pandemi di daerah. Nilainya sekitar Rp800 miliar.
  • Kasus Ketiga: Suap pengurusan izin tambang yang menyeret pejabat daerah. Total suap diduga lebih dari Rp300 miliar.

Febrie Adriansyah menegaskan, ketiga perkara harus tuntas dalam dua bulan ke depan. "Ini perintah langsung pimpinan. Kami tidak main-main," ujarnya tegas.

Pembentukan Satgas Khusus

Rapat tersebut juga menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) gabungan. Satgas akan dipimpin langsung oleh Jampidsus. Tim ini diberi kewenangan penuh untuk melakukan penggeledahan, penyitaan, hingga penahanan tanpa hambatan birokrasi.

Beberapa jaksa penuntut umum terbaik akan ditarik ke satgas. Mereka dibekali target penyelesaian berkas perkara maksimal 90 hari kerja.

Pernyataan Resmi Jampidsus

Usai rapat, Febrie Adriansyah menyampaikan pernyataan resmi. Ia menegaskan tidak akan ada intervensi dalam penanganan perkara.

"Kami pastikan proses hukum berjalan transparan. Siapapun yang terbukti bersalah akan kami jerat," kata Febrie di lobi Kejagung.

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk menjaga integritas. "Jangan coba-coba bermain. Saya copot langsung yang melanggar," ancamnya.

Rapat juga membahas penguatan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Febrie menekankan pentingnya sinergi antar lembaga. "Kita akan supervisi bersama. Tidak ada ego sektoral," tegasnya.

Seorang jaksa senior yang hadir dalam rapat mengungkapkan, Jampidsus memberi arahan tegas. "Beliau minta semua jaksa bekerja tanpa pandang bulu. Targetnya jelas: kembalikan uang negara secepat mungkin," tuturnya.

Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, Dr. Haryo Sasmito, menyambut positif langkah cepat Kejagung. "Ini angin segar. Publik butuh bukti bahwa korupsi besar benar-benar ditindaklanjuti," katanya saat dihubungi.

Langkah Selanjutnya

Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil sejumlah saksi kunci. Beberapa nama pejabat aktif dan mantan pejabat disebut-sebut akan diperiksa pekan depan.

Kejagung juga membuka posko pengaduan masyarakat. Warga diminta aktif melaporkan indikasi korupsi di tiga sektor tersebut.

Kejagung berjanji akan merilis perkembangan kasus secara berkala. Masyarakat bisa memantau langsung progres penanganan melalui situs resmi.

UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung. Jampidsus dijadwalkan menggelar konferensi pers pada sore hari ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User