Gadis Sampang Diperkosa 27 Pria, Terbongkar Setelah Orang Tua Curiga

SAMPANG, DETIK INI JUGA — KASUS pemerkosaan massal terhadap seorang remaja putri berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya terbongkar setelah orang tua korban mencurigai perubahan ekst...

Jul 12, 2026 - 13:42
0 0
Gadis Sampang Diperkosa 27 Pria, Terbongkar Setelah Orang Tua Curiga

SAMPANG, DETIK INI JUGA — KASUS pemerkosaan massal terhadap seorang remaja putri berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya terbongkar setelah orang tua korban mencurigai perubahan ekstrem pada anaknya. Polisi kini mengejar 27 pria yang diduga menjadi pelaku.

Kronologi Kecurigaan Orang Tua

Orang tua korban pertama kali menyadari anaknya yang biasanya ceria mendadak murung dan enggan keluar rumah selama hampir dua bulan. Puncaknya, korban mengeluh nyeri hebat di area kewanitaan dan mengalami demam tinggi. Saat dibawa ke bidan desa, ditemukan luka serius yang mengarah pada tindak kekerasan seksual berulang. Dalam desakan penuh air mata, korban akhirnya menceritakan bahwa ia diperkosa secara bergilir oleh puluhan pria, beberapa di antaranya masih berstatus tetangga.

Fakta-Fakta Mencengangkan

  • Usia korban: 15 tahun, masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
  • Jumlah pelaku: 27 pria dewasa dan remaja, 8 sudah diamankan.
  • Durasi kejadian: Berlangsung sejak empat bulan silam secara sistematis.
  • Modus: Korban diiming-imingi uang dan ancaman agar bungkam.
  • Lokasi: Berpindah-pindah, termasuk rumah kosong dan ladang tebu.
  • Dampak: Korban alami trauma berat dan harus menjalani operasi medis.

Langkah Kilat Polisi

Kapolres Sampang menegaskan bahwa laporan langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan tim khusus. “Ini kejahatan luar biasa. Kami sudah amankan delapan terduga dan terus memburu sisanya. Jajaran tidak akan berhenti sampai semua pelaku ditangkap,” tegasnya. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi kunci. Pihak kepolisian mengimbau warga tidak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum.

Trauma dan Pemulihan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sampang langsung menerjunkan psikolog untuk mendampingi korban yang kini dirawat di rumah aman. Kepala DP3A menyatakan kondisi korban masih sangat labil dan memerlukan terapi intensif. “Kami fokus pada pemulihan mentalnya, sambil memastikan hak-haknya terpenuhi selama proses hukum berjalan.”

Tuntutan Publik Menggema

Ratusan warga sempat menggelar aksi di depan Mapolres Sampang, mendesak hukuman maksimal, termasuk hukuman kebiri kimia. Anggota DPRD setempat berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Ini sudah merusak masa depan anak bangsa. Negara tidak boleh lembek,” ujar perwakilan dewan. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih terus mengembangkan jaringan pelaku dan memastikan tidak ada korban lain yang belum melapor.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User