JAKARTA — Tujuh Bangunan Liar di Atas Saluran Air Diratakan Usai 25 Tahun

Suara dentuman palu dan deru alat berat memecah pagi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tujuh bangunan liar yang selama lebih dari dua dekade men

Jul 08, 2026 - 15:12
0 0
JAKARTA — Tujuh Bangunan Liar di Atas Saluran Air Diratakan Usai 25 Tahun

Suara dentuman palu dan deru alat berat memecah pagi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tujuh bangunan liar yang selama lebih dari dua dekade mencengkeram badan saluran air akhirnya diratakan dengan tanah oleh petugas gabungan, Rabu (22/5). Operasi pembongkaran ini menandai akhir dari sejarah panjang pembiaran yang nyaris seperempat abad, sebuah ironi pahit di jantung ibu kota yang seharusnya menjadi contoh tata kelola ruang urban.

Pantauan di lapangan, suasana tampak campur aduk antara lega dan haru. Sebagian warga pasrah menyaksikan puing-puing tempat tinggal mereka berserakan, sementara petugas sigap membantu evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. “Saya di sini sejak anak pertama masih bayi, sekarang sudah punya cucu,” ujar seorang warga dengan suara bergetar, matanya tak lepas dari tumpukan bata merah yang dulu disebutnya rumah.

Operasi Tanpa Perlawanan Berarti

Pembongkaran berjalan lancar tanpa insiden berarti. Ratusan personel dari Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air, dan TNI/Polri dikerahkan untuk mengamankan proses yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut. Tiga ekskavator mini dioperasikan secara hati-hati mengingat posisi bangunan yang tepat berada di atas saluran air selebar empat meter.

"Kami sudah melakukan pendekatan persuasif selama berbulan-bulan. Hari ini adalah eksekusi terakhir setelah seluruh tahapan administratif dan sosialisasi terpenuhi," tegas Kepala Satpol PP Jakarta Pusat di sela pemantauan.

Data dihimpun menunjukkan tujuh bangunan semi-permanen itu dihuni 23 kepala keluarga. Sebagian besar bermatapencaharian sebagai pedagang kaki lima dan buruh serabutan yang menggantungkan hidup pada denyut ekonomi Pasar Tanah Abang. Ironisnya, keberadaan bangunan ini justru memperparah banjir tahunan yang melanda kawasan tersebut akibat penyempitan dan penyumbatan saluran air.

Solusi Relokasi dan Janji Penataan

Pemerintah Kota Jakarta Pusat tak sekadar menggusur. Program relokasi telah disiapkan dengan menawarkan hunian di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang berlokasi strategis dan terjangkau. Langkah ini diapresiasi meski tetap menyisakan kecemasan bagi warga soal jarak tempuh ke tempat mencari nafkah dan adaptasi lingkungan baru.

Di atas reruntuhan yang kini lengang, Dinas Sumber Daya Air akan segera memulai pekerjaan normalisasi dan pelebaran saluran guna mengembalikan fungsi drainase kawasan Tanah Abang yang krusial. Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan, menjadi bagian dari masterplan pengendalian banjir Jakarta yang lebih agresif.

"Ini bukan hanya tentang menertibkan bangunan liar. Ini tentang memulihkan hak publik atas ruang dan keselamatan lingkungan. Saluran air adalah milik bersama, bukan properti pribadi," tegas seorang pejabat Dinas SDA yang enggan disebutkan namanya.

Wajah Kampung Bali perlahan berubah. Di balik debu pembongkaran, ada harapan yang mulai menyeruak: sebuah lingkungan yang lebih tertata, bebas dari ancaman banjir kiriman, dan ruang kota yang dikembalikan kepada fungsinya. Namun bagi 23 kepala keluarga itu, hari ini adalah titik awal menulis ulang kisah hidup mereka di tempat yang asing—dengan kenangan seperempat abad yang terkubur di bawah reruntuhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User