JAKARTA — Tiga raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart

Keputusan tersebut tertuang dalam penetapan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio yang diumumkan pada pekan ini. Ketiga operator dinyatakan lolos sel

Jul 12, 2026 - 03:02
0 0
JAKARTA — Tiga raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart

Keputusan tersebut tertuang dalam penetapan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio yang diumumkan pada pekan ini. Ketiga operator dinyatakan lolos seleksi administrasi, teknis, dan finansial untuk mengelola spektrum bernilai strategis tersebut. Dengan tambahan pita rendah 700 MHz dan pita tengah 2,6 GHz, mereka kini memiliki kombinasi spektrum ideal untuk menghadirkan koneksi pita lebar nirkabel yang lebih cepat, stabil, dan merata.

Spektrum Baru: Penetrasi Luas dan Kapasitas Tinggi

Pita 700 MHz dikenal sebagai "spektrum emas" bagi industri seluler karena kemampuan propagasinya yang jauh dan daya tembus bangunan yang baik. Frekuensi rendah ini memungkinkan satu Base Transceiver Station (BTS) menjangkau radius lebih luas, sehingga cocok untuk menyediakan layanan 4G dan 5G di daerah pedesaan, perbatasan, hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Sebaliknya, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas data yang besar dan kecepatan tinggi, ideal untuk kawasan padat penduduk, pusat bisnis, dan area urban yang memerlukan bandwidth besar bagi aplikasi canggih seperti augmented reality, virtual reality, serta Internet of Things (IoT) industrial.

“Penggabungan pita rendah dan tengah ini adalah resep klasik untuk ekosistem 5G yang sukses. Operator bisa membangun jaringan berlapis: 700 MHz sebagai lapisan cakupan nasional, dan 2,6 GHz sebagai lapisan kapasitas di titik-titik trafik tinggi,”

jelas seorang pengamat telekomunikasi dari Lembaga Studi Digital Indonesia, yang dihubungi secara terpisah.

Kewajiban Perluasan 4G dan Target Ambisius 5G

Pemberian frekuensi bukan tanpa syarat. Kominfo menetapkan kewajiban kinerja yang mengikat:

  • Memperluas jangkauan sinyal 4G hingga mencapai lebih dari 90% populasi di setiap provinsi, terutama di wilayah yang selama ini hanya terlayani sinyal 2G/3G.
  • Menyediakan cakupan 5G untuk sedikitnya 51% populasi Indonesia dalam lima tahun ke depan, terhitung sejak izin diterbitkan.
  • Membangun BTS baru dan meningkatkan kapasitas infrastruktur eksisting dengan standar kualitas layanan ketat.

Direktur Penataan Spektrum dan Infrastruktur Digital Kominfo, dalam keterangan resminya, menekankan bahwa frekuensi ini merupakan aset publik yang harus dikelola dengan tanggung jawab tinggi. “Tidak ada ruang untuk spektrum menganggur. Operator penerima wajib merealisasikan rencana teknis yang sudah disepakati. Jika tidak memenuhi target cakupan, ada sanksi progresif termasuk pencabutan sebagian spektrum,” ujarnya.

Hingga kuartal pertama 2025, penetrasi 5G di Indonesia baru menyentuh sekitar 23% populasi, terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Denpasar. Dengan kewajiban 51%, Indonesia bakal melampaui rata-rata adopsi 5G kawasan Asia Tenggara dan mendekati level Malaysia atau Thailand yang lebih awal menggelar teknologi tersebut. Target ini dipandang realistis mengingat ketiga operator memiliki kemampuan investasi yang kuat; XLSmart sendiri, hasil penggabungan dua entitas besar, kini menjadi operator seluler dengan jumlah pelanggan terbesar kedua di Indonesia.

Respon Operator: Siap Akselerasi Digital

Pihak Telkomsel menyambut baik penetapan ini dan menyatakan siap mengintegrasikan frekuensi baru ke dalam desain jaringan 5G/4G mereka yang telah berjalan. “Spektrum 700 MHz akan langsung kami manfaatkan untuk memperkuat pemerataan akses di Nusantara, sedangkan 2,6 GHz menjadi tulang punggung Fixed Wireless Access 5G dan layanan enterprise kelas berat,” kata Direktur Utama Telkomsel melalui siaran pers.

Senada, Indosat menegaskan komitmen untuk mempercepat transformasi digital pedesaan. “Kami melihat ini sebagai amanah untuk menjembatani kesenjangan konektivitas. Dana investasi besar telah disiapkan, dan sinergi dengan mitra global akan dioptimalkan demi merealisasikan target tepat waktu,” ungkap Presiden Direktur Indosat.

Sementara itu, XLSmart—entitas hasil merger yang secara resmi beroperasi awal tahun ini—menyatakan akan memanfaatkan skala ekonomis dan aset gabungan untuk menggulirkan proyek 5G secara lebih efisien. “Kami tidak hanya bicara soal kecepatan, tapi juga pengalaman pelanggan yang seamless, inklusivitas digital, dan mendorong industri 4.0 di Indonesia,” tegas CEO XLSmart dalam kesempatan terpisah.

Dampak pada Ekonomi Digital dan Masyarakat

Ekspansi 4G dan 5G yang masif diproyeksikan menciptakan efek domino positif. Bagi sektor bisnis, kehadiran 5G dengan latensi rendah akan mendorong otomatisasi pabrik, telemedicine, kendaraan otonom, smart farming, hingga pendidikan jarak jauh berkualitas. Bagi masyarakat umum, tambahan cakupan 4G akan menghadirkan internet cepat di lebih dari 5.000 desa yang saat ini masih bergantung pada sinyal 2G untuk komunikasi dasar.

Menurut studi Pusat Kajian Ekonomi Digital Universitas Indonesia, setiap peningkatan penetrasi broadband tetap 10% berpotensi menambah produk domestik bruto (PDB) sekitar 1,1–1,4%. Dengan target 51% populasi 5G dan perluasan 4G signifikan, ekosistem digital nasional bisa tumbuh dua digit dalam lima tahun ke depan. Industri konten, fintech, dan UMKM digital di daerah akan menjadi penerima manfaat pertama.

Namun, tantangan masih membayangi. Biaya infrastruktur yang tinggi, perizinan lahan, serta kebutuhan tenaga kerja terampil untuk instalasi dan pemeliharaan BTS menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah berjanji akan mempermudah regulasi dan menyediakan insentif fiskal bagi operator yang agresif membangun di daerah 3T. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembebasan lahan dan pasokan listrik juga tengah diintensifkan.

Dengan diserahkannya spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz ini, Indonesia memasuki fase baru revolusi konektivitas. Mata publik kini tertuju pada realisasi komitmen operator dalam tiga tahun pertama; apakah frekuensi baru ini benar-benar menjadi jalan tol digital yang meratakan kesempatan, atau sekadar angka di atas kertas.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa frekuensi 700 MHz penting bagi 5G? Karena frekuensi rendah ini memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung kuat, sehingga bisa menjangkau area rural dengan lebih sedikit BTS, menghemat investasi, dan mempercepat pemerataan 5G.

Apa perbedaan kewajiban 4G dan 5G dalam penetapan ini? Kewajiban perluasan 4G bertujuan memastikan akses internet dasar merata hingga pelosok, sementara kewajiban cakupan 5G minimal 51% populasi dalam lima tahun memacu operator untuk membangun infrastruktur terkini di perkotaan dan pusat ekonomi.

Kapan masyarakat bisa menikmati 5G yang lebih luas? Dengan dimulainya pembangunan segera setelah spektrum resmi digunakan, perluasan layanan 5G ke 51% populasi ditargetkan bertahap dan tercapai dalam lima tahun, namun kota-kota sekunder diperkirakan akan merasakan sinyal 5G dalam 1–2 tahun pertama.

TAGS: #Telkomsel #Indosat #XLSmart #Frekuensi700MHz #5GIndonesia

[SOCIAL_TWEET]: Telkomsel, Indosat, & XLSmart dapat frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz! Siap perluas 4G & genjot 5G ke 51% populasi dalam 5 tahun. Indonesia makin kencang digitalnya! 🚀📱 #5GIndonesia #Telekomunikasi #DigitalIndonesia

[SOCIAL_FB]: Kabar baik bagi pengguna seluler di Tanah Air! Pemerintah resmi memberikan blok frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz kepada Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Ini dia janjinya: jaringan 4G makin luas hingga pelosok, dan sinyal 5G bakal dinikmati lebih dari setengah penduduk Indonesia dalam lima tahun. Kolaborasi segitiga emas ini diharapkan menjadi kunci percepatan ekonomi digital dan meratanya akses internet berkualitas. Ayo, sambut era konektivitas tanpa batas! 🚀 #5GIndonesia #InternetUntukSemua

[SOCIAL_TG]: 🗞 Telkomsel, Indosat, dan XLSmart resmi pegang frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz. Syaratnya: perluas 4G dan wajib cakup 51% populasi dengan 5G dalam 5 tahun. Spektrum emas + kapasitas gede, siap pacu digitalisasi Nusantara.

[SOCIAL_THREADS]: telkomsel indosat xlsmart udah dapet “tiket emas” frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz nih. artinya 5G makin meluas, 4G makin nyampe pelosok. waktunya daerah 3T ikutan ngebut digital! siapa di sini yang udah siap streaming 8K dari sawah? 😆 #5G #DigitalUntukSemua

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User