Jakarta Siapkan Rp99,9 Miliar untuk Beasiswa LPDP ke 11 Negara
BARU SAJA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan anggaran senilai Rp99,9 miliar untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus warga ibu kota. Program ini dija...
BARU SAJA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan anggaran senilai Rp99,9 miliar untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus warga ibu kota. Program ini dijadwalkan mulai merealisasikan pengiriman mahasiswa pada tahun 2027.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Senin (27/7/2026). Alokasi dana sebesar itu akan digunakan untuk membiayai pendidikan 100 orang mahasiswa pada jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Mereka akan ditempatkan di 11 negara tujuan studi utama.
Fakta Kunci Program
- Total dana: Rp99,9 miliar
- Jumlah penerima: 100 mahasiswa
- Jenjang: S2 dan S3
- Negara tujuan: 11 negara
- Mulai: Tahun 2027
Meski detail 11 negara belum diumumkan secara terbuka, sumber di lingkup pemerintahan menyebutkan bahwa negara-negara tersebut tersebar di tiga kawasan: Amerika Utara, Eropa, dan Asia-Pasifik. Beberapa nama seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Jerman, dan Jepang masuk dalam daftar pertimbangan prioritas. Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jakarta yang mampu bersaing di tingkat global.
Darurat Talenta Global
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dalam keterangan resminya, menekankan bahwa program ini bukan sekadar beasiswa, melainkan investasi strategis jangka panjang. “Kami butuh pemimpin masa depan yang punya pengalaman akademik internasional. Dana Rp99,9 miliar ini akan langsung menyasar anak-anak Jakarta terbaik,” ujarnya.
Proses seleksi akan dilakukan secara ketat oleh tim independen yang ditunjuk. Kandidat wajib menunjukkan prestasi akademik, rencana riset, serta komitmen untuk kembali mengabdi di Jakarta setelah lulus. Skema ini dirancang agar tidak terjadi brain drain, namun justru memperkuat ekosistem talenta lokal.
Rincian Penggunaan
Dari total anggaran, sekitar 70 persen diarahkan untuk biaya kuliah dan tunjangan hidup, sementara sisanya mencakup biaya penelitian, asuransi, dan pendampingan pra-keberangkatan. Setiap mahasiswa diperkirakan menerima paket pendanaan rata-rata Rp999 juta per orang, tergantung negara dan program studi.
Pihak dinas juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di negara-negara tujuan untuk memastikan dukungan logistik dan adaptasi budaya. “Ini program beasiswa DKI terbesar dalam sejarah. Kita akan awasi setiap tahapnya,” tambah pejabat yang enggan disebut namanya.
Respons Publik
Pengumuman ini langsung memicu diskusi di kalangan akademisi dan mahasiswa. Banyak yang menyambut positif langkah Pemprov DKI yang dianggap progresif. “Ini kabar baik. Selama ini LPDP pusat sulit dijangkau, kini ada jalur khusus Jakarta,” kata seorang mahasiswa UI melalui media sosial.
Namun, beberapa pengamat mengingatkan perlunya transparansi data penerima dan negara tujuan agar tidak menimbulkan spekulasi. Mereka juga mendorong agar program ini tak hanya menyasar bidang sains dan teknologi, tetapi juga humaniora dan seni.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan masih terus melakukan finalisasi peraturan gubernur (pergub) yang akan menjadi dasar hukum program. Sosialisasi kepada publik dijadwalkan awal 2027, bersamaan dengan pembukaan pendaftaran gelombang pertama.
Update: Dinas Pendidikan menjanjikan rincian 11 negara dan kuota per bidang studi akan diumumkan dalam waktu tiga bulan ke depan. Masyarakat diimbau untuk memantau situs resmi Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk informasi terkini.
Comments (0)