Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Sekjen ASEAN Dorong Pemerataan Manfaat AI hingga UMKM

Di tengah pesatnya laju gelombang transformasi digital global, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang dari sekadar wacana fut

JAKARTA — Sekjen ASEAN Dorong Pemerataan Manfaat AI hingga UMKM

Di tengah pesatnya laju gelombang transformasi digital global, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang dari sekadar wacana futuristik menjadi motor penggerak utama ekonomi modern. Namun, di balik lompatan teknologi yang begitu cepat, ancaman jurang pemisah atau digital divide kian nyata membayangi kawasan Asia Tenggara. Korporasi skala besar dan negara maju dengan cepat mengadopsi efisiensi AI, sementara jutaan pelaku usaha kecil justru berisiko tertinggal di garis belakang.

Menanggapi situasi krusial ini, Sekretaris Jenderal ASEAN secara tegas menyerukan pentingnya inklusivitas dalam penerapan teknologi baru. Langkah diplomasi digital ini diambil guna memastikan bahwa setiap elemen ekonomi, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta negara-negara anggota dengan skala ekonomi lebih kecil, dapat merasakan dampak positif dari disrupsi teknologi secara adil dan merata.

Kesenjangan Digital dan Urgensi Inklusivitas Teknologi

Sektor UMKM merupakan tulang punggung utama perekonomian di Asia Tenggara. Berdasarkan data ekonomi kawasan, sektor ini menyumbang sekitar 85% hingga 99% dari total unit usaha dan menyerap lebih dari 60% tenaga kerja di seluruh negara anggota ASEAN. Tanpa akses yang memadai terhadap teknologi mutakhir seperti AI, daya saing sektor krusial ini dikhawatirkan akan tergerus oleh efisiensi industri berbasis otomatisasi tinggi.

Dalam forum perhimpunan kawasan tersebut, Sekjen ASEAN menekankan bahwa teknologi sejatinya harus berfungsi sebagai alat pemerataan ekonomi, bukan justru memperlebar ketimpangan sosial-ekonomi antara negara berkembang dan negara maju.

"Manfaat dari kecerdasan buatan dan teknologi baru tidak boleh hanya menjadi domain eksklusif korporasi besar atau negara dengan infrastruktur maju. Kita harus memastikan aksesibilitas, pelatihan, dan adopsi AI menjangkau para pelaku UMKM serta negara-negara berkembang di kawasan ini agar pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang," tegas Sekjen ASEAN dalam keterangannya.

Strategi Transformasi: Dari Inisiatif Lokal ke Pasar Global

Upaya ASEAN untuk meratakan akses AI diwujudkan melalui penguatan Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA). Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi, aman, dan inklusif. Penekanan khusus diberikan pada peningkatan literasi digital, penyediaan infrastruktur internet broadband yang terjangkau, serta regulasi etika AI yang ramah bagi bisnis skala kecil.

Berikut adalah perbandingan fokus dampak penerapan AI pada sektor bisnis di kawasan ASEAN:

Parameter Usaha Besar / Korporasi UMKM (Target Inklusivitas ASEAN)
Fokus Utama AI Otomatisasi skala masif, analisis prediksi tingkat lanjut Efisiensi operasional, pemasaran digital, layanan pelanggan otomatis
Hambatan Utama Regulasi komprehensif, integrasi sistem warisan (*legacy*) Keterbatasan modal, kurangnya literasi digital, akses data
Target Dampak Dominasi pasar global & efisiensi biaya tinggi Peningkatan skala kelas (*scaling up*) & daya tahan ekonomi

Membangun Governance dan Etika AI yang Berkeadilan

Selain aksesibilitas, ASEAN juga menyoroti pentingnya tata kelola AI yang etis dan terstandarisasi. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan harus disertai dengan perlindungan data pribadi yang ketat, pencegahan bias algoritma, serta kepastian hukum bagi para pengembang lokal. Tanpa fondasi etika yang kuat, otomatisasi berisiko menimbulkan disrupsi tenaga kerja yang merugikan masyarakat kelas menengah ke bawah.

ASEAN berkomitmen untuk terus mendorong transfer pengetahuan dan teknologi antarnegara anggota. Negara-negara dengan kapabilitas teknologi tinggi seperti Singapura dipacu untuk mendampingi negara-negara tetangga dalam membangun kapasitas SDM digital. Melalui kolaborasi lintas batas ini, diharapkan ekosistem AI di Asia Tenggara tidak hanya menjadi konsumen pasar global, tetapi juga menjadi pemain aktif yang kompetitif dan inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User