Jakarta — Praktik Mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo Picu Bahaya Tersembunyi
Jangan mencampur Pertalite dengan Pertamax Turbo. Peringatan ini mendesak menyusul tren baru di kalangan pengendara yang mencampur kedua jenis bahan bakar
Jangan mencampur Pertalite dengan Pertamax Turbo. Peringatan ini mendesak menyusul tren baru di kalangan pengendara yang mencampur kedua jenis bahan bakar tersebut demi menghemat pengeluaran. Fenomena ini kian marak karena secara hitungan, hasil campuran dianggap lebih murah dibanding harga Pertamax saat ini.
Formula yang banyak beredar adalah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo dengan perbandingan 3:1. Dengan komposisi tersebut, harga per liternya bisa turun ke kisaran Rp 12.000-an — setara dengan harga Pertamax sebelum mengalami kenaikan. Namun, di balik ilusi penghematan itu, ancaman serius terhadap mesin kendaraan mengintai.
Mengapa Mencampur BBM Berbeda Oktan Sangat Berbahaya?
Setiap BBM dirancang dengan Research Octane Number (RON) spesifik sesuai kebutuhan kompresi mesin. Pertalite memiliki RON 90, sementara Pertamax Turbo memiliki RON 98. Mencampur keduanya tidak menghasilkan RON ideal untuk sebagian besar mesin kendaraan modern.
Pencampuran ini dapat memicu knocking atau detonasi dini yang merusak piston dan komponen ruang bakar dalam jangka panjang. Selain itu, aditif detergen dan formula khusus pada Pertamax Turbo akan tercampur dengan senyawa pada Pertalite, membuat manfaat pembersihan ruang bakar yang seharusnya diperoleh justru hilang dan berpotensi meninggalkan kerak karbon lebih cepat.
"Risikonya tidak main-main. Dari knocking, boros bahan bakar, hingga kerusakan permanen pada mesin," jelas pakar otomotif dari bengkel spesialis yang menangani banyak kasus serupa.
Efek Langsung yang Mungkin Terjadi
- Knocking dan suara mesin kasar — akibat angka oktan tidak sesuai spesifikasi
- Tarikan mesin berat — pembakaran tidak sempurna menurunkan performa
- Boros jangka panjang — pembakaran tidak efisien justru meningkatkan konsumsi BBM
- Akumulasi kerak karbon — memperpendek usia komponen vital mesin
Meski ada panduan kendaraan tertentu yang diperbolehkan mengisi Pertalite (seperti yang sudah diatur pemerintah untuk 4 jenis kendaraan), mencampur sendiri dengan Pertamax Turbo jelas bukan solusi dan justru melanggar rekomendasi teknis pabrikan.
Mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo mungkin terlihat seperti solusi hemat di tengah harga BBM yang tinggi. Namun, risiko terhadap performa dan keawetan mesin mobil Anda jauh lebih besar daripada penghematan sesaat yang diperoleh. Patuhi spesifikasi BBM sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga kendaraan tetap prima.
Comments (0)