Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Dua Modus Penipuan Digital Intai Wisatawan Saat Liburan

Musim liburan yang seharusnya diwarnai kegembiraan kini menyembunyikan ancaman nyata bagi para pelancong. Di tengah masifnya digitalisasi industri pariwisa

JAKARTA — Dua Modus Penipuan Digital Intai Wisatawan Saat Liburan

Musim liburan yang seharusnya diwarnai kegembiraan kini menyembunyikan ancaman nyata bagi para pelancong. Di tengah masifnya digitalisasi industri pariwisata, kejahatan siber berkembang kian canggih dan sulit terdeteksi oleh kasat mata. Para pelaku penipuan tidak lagi sekadar menggunakan metode konvensional, melainkan memanfaatkan celah keamanan teknologi terkini untuk menguras rekening korban yang sedang tidak waspada.

Berdasarkan pemantauan pakar keamanan siber, angka kejahatan siber yang menyasar sektor pariwisata mengalami kenaikan signifikan hingga 150 persen menjelang periode liburan panjang. Para peretas memfokuskan serangan mereka pada dua titik paling krusial dalam transaksi perjalanan: konfirmasi pemesanan penginapan dan pemberitahuan status tiket pesawat.

Pembajakan Reservasi Hotel: Meretas Fitur Chat Resmi

Salah satu modus terbaru yang sangat berbahaya dan amat sulit dikenali adalah pembajakan pesan reservasi hotel. Berbeda dari teknik peretasan klasik yang menggunakan situs tiruan sederhana, dalam modus ini pelaku berhasil merebut akses ke akun admin pengelola hotel di platform Online Travel Agent (OTA) bereputasi tinggi.

Setelah menguasai sistem internal pihak penginapan, peretas mengirimkan pesan langsung kepada calon tamu melalui fitur obrolan resmi di aplikasi reservasi. Pesan tersebut biasanya mengklaim bahwa pemesanan akan dibatalkan secara otomatis apabila korban tidak melakukan verifikasi ulang data kartu kredit atau pembayaran melalui tautan eksternal dalam tenggat waktu kurang dari 24 jam.

"Para pelaku tidak lagi membuat situs tiruan yang kasar dan mudah ditebak. Mereka masuk langsung melalui pintu belakang sistem perhotelan yang sah, sehingga korban tidak merasa curiga karena pesan dikirim via aplikasi resmi. Ini adalah bentuk manipulasi psikologis yang sangat berbahaya bagi konsumen," ungkap Budi Santoso, pengamat keamanan digital dari CyberWatch Indonesia.

Pesan Penerbangan Palsu dan Phishing Memanfaatkan Kepanikan

Modus kedua yang tak kalah marak terjadi adalah pengiriman pesan singkat (SMS) atau pesan aplikasi percakapan yang mengatasnamakan maskapai penerbangan ternama. Korban umumnya menerima pemberitahuan mendadak mengenai perubahan jadwal penerbangan secara drastis, pembatalan rute, atau kewajiban membayar penyesuaian biaya bagasi yang tertunda.

Pesan darurat tersebut selalu dilengkapi dengan tautan phishing yang dirancang sangat mirip dengan antarmuka web resmi maskapai. Begitu korban yang panik memasukkan data perbankan atau kredensial kartu kredit, pelaku langsung menyedot seluruh saldo rekening dalam hitungan detik. Rasa takut tertinggal pesawat sering kali menjadi celah emosional yang dimanfaatkan pelaku agar korban bertindak tergesa-gesa.

Untuk memahami perbedaan mendasar serta tingkat risiko dari kedua jenis kejahatan digital ini, berikut perbandingan karakteristik utamanya:

Kriteria Perbandingan Pembajakan Reservasi Hotel Pesan Penerbangan Palsu
Saluran Kontak Fitur chat resmi di aplikasi OTA (Booking/Agoda/dll) SMS, WhatsApp, atau Email pribadi
Tingkat Kredibilitas Sangat Tinggi (dikirim via aplikasi sah) Sedang hingga Tinggi (meniru identitas maskapai)
Umpan Psikologis Ancaman pembatalan kamar hotel yang sudah dipesan Kepanikan akibat perubahan jadwal / kendala bagasi
Tujuan Utama Pencurian data kartu kredit & transfer dana langsung Phishing kredensial perbankan digital & kode OTP

Strategi Proteksi Diri: Kiat Menikmati Liburan Dengan Aman

Menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin canggih, masyarakat dituntut untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian ekstra. Kunci utama keselamatan dalam bertransaksi digital terletak pada ketenangan pikiran dan proses verifikasi secara berlapis sebelum mengklik tautan apa pun.

Pakar keamanan merekomendasikan agar konsumen selalu mengonfirmasi setiap perubahan atau permintaan pembayaran dengan menghubungi nomor layanan pelanggan resmi hotel atau maskapai penerbangan secara terpisah—bukan melalui nomor atau tautan yang dikirim dalam pesan mencurigakan tersebut. Selain itu, gunakan selalu metode pembayaran kartu kredit yang menyediakan perlindungan sanggahan transaksi (chargeback) serta aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun finansial Anda.

Penipuan digital yang menyasar pelancong makin canggih. Pelaku kini meretas chat resmi hotel dan menyebar SMS tiket pesawat palsu. Buka tautan untuk baca analisis lengkap dan kiat pencegahannya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User