Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Djaka Ungkap Arahan Khusus Menkeu Baru untuk Bea Cukai

JAKARTA — Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat transparansi dan efisiensi tata kelola di sektor kepabean

JAKARTA — Djaka Ungkap Arahan Khusus Menkeu Baru untuk Bea Cukai

JAKARTA — Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat transparansi dan efisiensi tata kelola di sektor kepabeanan. Dalam keterangan resminya, Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Djaka, membeberkan sejumlah instruksi krusial yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang baru. Langkah ini diambil guna merespons dinamika perdagangan global serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja jajaran Bea dan Cukai di seluruh Indonesia.

Instruksi strategis ini mencakup pembenahan sistem pengawasan importasi, percepatan arus barang ekspor-impor, hingga tindakan tegas terhadap segala bentuk penyelewengan di lapangan. Menkeu meminta seluruh personel Bea Cukai untuk bekerja dengan profesionalisme tinggi dan mengedepankan efisiensi operasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan mendatang.

Reformasi Tata Kelola dan Optimalisasi Target Penerimaan

Menkeu memberikan penekanan khusus pada pencapaian target penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp300 triliun pada tahun anggaran berjalan. Untuk mencapai target ambisius tersebut, DJBC dituntut untuk menutup celah kebocoran penerimaan dan meningkatkan ketepatan klasifikasi tarif barang masuk.

"Menteri Keuangan menekankan bahwa Bea Cukai harus menjadi benteng utama ekonomi nasional tanpa menghambat kelancaran arus barang komersial," tegas Djaka saat menjelaskan rincian pertemuan internal bersama jajaran pimpinan Kemenkeu. Menurutnya, modernisasi teknologi menjadi kunci utama dalam meminimalisir interaksi fisik yang rentan terhadap penyalahgunaan wewenang.

Area Fokus Reformasi Sistem Operasional Sebelumnya Arahan Baru Menteri Keuangan
Pengawasan Barang Importasi Pemeriksaan fisik acak secara manual Pemanfaatan data analytics & AI secara real-time
Pelayanan Ekspor-Impor Proses verifikasi berlapis antar-pos Integrasi sistem tunggal (Single Window) cepat
Penindakan Penyelundupan Penindakan insidental berdasarkan laporan Patroli terpadu lintas instansi & intelijen terprediksi

Tiga Pilar Utama Arahan Menteri Keuangan

Dalam pengarahannya, Menteri Keuangan menetapkan tiga pilar utama yang wajib segera diimplementasikan oleh seluruh jenderal dan petugas lapangan DJBC di seluruh wilayah Indonesia:

  1. Peningkatan Integrasi Digital dan Simplifikasi Prosedur: Seluruh izin kepabeanan wajib diproses melalui platform digital terpusat untuk memangkas durasi dwelling time hingga di bawah 2,5 hari di pelabuhan utama.
  2. Penguatan Sistem Pengawasan Jalur Merah: Pengetatan pengawasan pada pelabuhan tikus dan jalur rawan penyelundupan komoditas ilegal guna melindungi industri tekstil dan UMKM dalam negeri.
  3. Penegakan Integritas Internal Tanpa Kompromi: Sanksi tegas hingga pemecatan bagi oknum yang terbukti melakukan pungutan liar atau mempermudah masuknya barang terlarang.

Dampak Evaluasi Terhadap Sektor Logistik dan Bisnis

Langkah tegas ini disambut positif oleh para pelaku usaha logistik dan asosiasi penyeberangan. Dengan adanya transparansi prosedur dan kepastian hukum, biaya operasional ekspor dan impor diperkirakan bakal turun hingga 12% dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dinilai akan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

"Transparansi dan kecepatan adalah kunci utama agar dunia usaha dapat tumbuh. Bea Cukai kini diarahkan untuk bertindak sebagai fasilitator perdagangan sekaligus pelindung masyarakat yang responsif dan akuntabel," tambah Djaka.

Evaluasi berkala akan dilakukan setiap bulan oleh Kementerian Keuangan untuk memastikan seluruh instruksi berjalan sesuai dengan indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan. DJBC optimistis reformasi ini akan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkeadilan di tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User