Sep 17, 2026
Jawa Timur

Freeport Indonesia Operasikan Kembali Smelter Tembaga Raksasa di Gresik

PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi mengumumkan pengoperasian kembali smelter tembaga keduanya yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE,

Freeport Indonesia Operasikan Kembali Smelter Tembaga Raksasa di Gresik

PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi mengumumkan pengoperasian kembali smelter tembaga keduanya yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah serangkaian uji coba teknis, audit keselamatan komprehensif, dan perbaikan pasca-insiden penghentian sementara operasional pabrik pengolahan hasil tambang tersebut. Beroperasinya kembali fasilitas ini menandai titik balik penting bagi industri pertambangan nasional, khususnya dalam mendukung percepatan program hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektar ini diklaim sebagai pemurnian tembaga dengan desain single-line terbesar di dunia. Kehadirannya tidak hanya diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal, tetapi juga menghasilkan katoda tembaga bermutu tinggi yang siap dipasok untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun memenuhi permintaan pasar global.

Kronologi Penghentian dan Pemulihan Operasional Smelter PTFI

Proses pemulihan operasional pabrik peleburan tembaga milik PTFI ini melalui beberapa tahapan krusial yang melibatkan investigasi mendalam serta perbaikan sistematis:

  1. Insiden Kebakaran (Oktober 2024): Terjadi gangguan teknis berupa kebakaran pada fasilitas unit pemurni asam sulfat (sulfuric acid plant) di area smelter Gresik, yang memaksa manajemen menghentikan seluruh aktivitas produksi demi keselamatan kerja.
  2. Audit Teknis dan Evaluasi Keselamatan (November 2024): Tim ahli internal dan independen melakukan pemetaan kerusakan serta pengujian ulang seluruh komponen kelistrikan dan sistem keselamatan pabrik.
  3. Perbaikan dan Komisioning Ulang (Desember 2024 – Januari 2025): Pemasangan infrastruktur pengganti serta uji coba parsial pada unit-unit pendukung untuk memastikan keandalan mesin pemurni.
  4. Pengoperasian Kembali Bertahap (Maret 2025): Manajemen PTFI secara resmi menyalakan kembali mesin pembakaran utama (furnace) dan memulai pengolahan konsentrat secara bertahap hingga mencapai kapasitas normal.

Kapasitas Produksi dan Nilai Investasi Raksasa

Pabrik pemurnian tembaga bernilai investasi fantastis ini mencatatkan nilai modal yang sangat signifikan bagi perekonomian nasional. Dengan nilai investasi mencapai USD 3,7 miliar atau sekitar Rp 58 triliun, smelter ini dirancang memiliki kapasitas olah konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun.

Dari kapasitas pengolahan tersebut, smelter diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 600.000 ton katoda tembaga per tahun. Selain katoda tembaga, fasilitas ini dilengkapi pemurnian logam mulia (precious metal refinery) yang mampu menghasilkan puluhan ton emas dan perak murni.

Parameter Operasional Rincian Data / Spesifikasi
Total Investasi USD 3,7 Miliar (~Rp 58 Triliun)
Kapasitas Olah Konsentrat 1,7 Juta Ton / Tahun
Hasil Katoda Tembaga 600.000 Ton / Tahun
Estimasi Produksi Emas 50 - 60 Ton / Tahun
Lokasi Industri KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur

Analisis Pengamat dan Dampak Hilirisasi Nasional

Pengamat ekonomi sumber daya alam dan energi, Dr. Raden Iskandar, menilai bahwa beroperasinya kembali smelter PTFI di Gresik memberi angin segar bagi kepastian pasokan bahan baku manufaktur dalam negeri.

"Pengoperasian kembali smelter PTFI di Gresik bukan sekadar pemulihan bisnis perusahaan, melainkan penentu keberlanjutan rantai pasok industri manufaktur berbasis tembaga di Indonesia, seperti ekosistem kendaraan listrik dan kabel daya," ujar Dr. Raden Iskandar.

Kembalinya smelter ini diharapkan mendukung target pemerintah dalam menghentikan ekspor mineral mentah secara penuh. Pasokan katoda tembaga dari Gresik dinilai mampu menguatkan posisi daya tawar Indonesia dalam rantai pasok komoditas global di tengah meningkatnya permintaan dunia akan bahan baku energi bersih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User