Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Buku 40 Tahun Karya Susilawati Susmono Resmi Diluncurkan

Yayasan Riyadhatul Ihsan bersama Yayasan Tunas Sejati secara resmi meluncurkan buku yang merangkum rekam jejak serta buah pemikiran sang pendiri, Susilawat

JAKARTA — Buku 40 Tahun Karya Susilawati Susmono Resmi Diluncurkan

Yayasan Riyadhatul Ihsan bersama Yayasan Tunas Sejati secara resmi meluncurkan buku yang merangkum rekam jejak serta buah pemikiran sang pendiri, Susilawati Susmono. Acara peluncuran megah yang menandai 40 tahun pengabdian dan dedikasi intelektual tersebut digelar pada Rabu, 16 September 2026 di Jakarta. Buku komprehensif ini diprakarsai oleh penyusun utama Elisa Anggraeni bersama 15 penulis dari Institut Kajian Ilmu Al-Qur'an (IKIA) An-Najm Jakarta sebagai bentuk dokumentasi sejarah pemikiran kebudayaan dan keagamaan di Indonesia.

Dalam rentang waktu empat dekade berkarya, Susilawati Susmono telah menunjukkan produktivitas yang luar biasa di berbagai bidang keilmuan dan kesenian. Berdasarkan data inventarisasi awal, terdapat 8.110 karya yang menjadi basis utama penyusunan buku ini. Namun, angka tersebut terus berkembang pesat hingga saat ini mencatatkan total 8.211 karya yang terdokumentasi. Spektrum karyanya amat luas, melingkupi penulisan buku teologi, rancangan metodologi pembelajaran, kurikulum keagamaan, karya sastra, manuskrip serat kuno, gubahan lagu, lukisan bernilai seni tinggi, hingga perintisan museum dan galeri kebudayaan.

Analisis Dedikasi Empat Dekade: Transformasi Pemikiran Menjadi Karya Nyata

Berbicara di sela-sela momentum peluncuran buku, Susilawati Susmono menekankan bahwa seluruh pencapaian ini didedikasikan secara penuh untuk kemajuan bangsa dan generasi mendatang. Menurutnya, sebuah gagasan atau ide tidak boleh berhenti dalam wacana abstrak semata, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk fisik yang teruji, terarsip, serta dapat dipelajari secara terbuka oleh publik.

"Kalau sudah berbuat, pesan saya ini intinya ada nyatanya. Karya ini adalah bentuk nyata. Kalau saya menulis atau mencoret-coret, ini langsung menjadi buku, serat, atau manuskrip sehingga terdokumentasi dengan baik dan tidak sungkan untuk dipublikasikan," ujar Susilawati dengan nada optimistis saat memberikan keterangan kepada media.

Rincian dan Klasifikasi Repertoar Karya Susilawati Susmono

Proses penyusunan buku yang melibatkan belasan akademisi dari IKIA An-Najm Jakarta ini mengklasifikasikan ribuan karya Susilawati ke dalam beberapa fase perkembangan intelektual dan media ekspresi. Urutan perkembangan penciptaan karyanya mencakup tahapan-tahapan penting berikut:

  1. Tahap Formulasi Metodologi & Kurikulum: Pengembangan sistem pendidikan serta kurikulum berbasis keagamaan dan moralitas untuk yayasan.
  2. Tahap Penulisan Literatur & Manuskrip: Penyusunan ribuan naskah buku, sastra spiritual, hingga manuskrip serat berbasis nilai kearifan lokal.
  3. Tahap Eksplorasi Seni & Budaya: Penciptaan gubahan lagu-lagu bernuansa religi-kebudayaan serta ratusan karya lukisan kontemplatif.
  4. Tahap Institusionalisasi Museum: Pendirian ruang pameran, museum, dan galeri untuk melestarikan fisik karya agar dapat diakses masyarakat umum.

Berikut adalah perbandingan ringkas mengenai perkembangan dokumentasi karya Susilawati Susmono selama rentang waktu pengabdiannya:

Parameter Dokumentasi Data Awal Penyusunan Data Terkini (Peluncuran)
Total Karya Terdokumentasi 8.110 Karya 8.211 Karya
Durasi Pengabdian 4 Dekade (40 Tahun) 4 Dekade (40 Tahun)
Tim Penyusun Buku Elisa Anggraeni & 15 Penulis IKIA An-Najm Elisa Anggraeni & 15 Penulis IKIA An-Najm
Cakupan Bidang Sastra, Kurikulum, Musik, Lukisan Sastra, Kurikulum, Musik, Lukisan, Museum

Dampak Edukatif dan Warisan Kebudayaan untuk Masa Depan

Peluncuran buku ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan personal, tetapi diresapi sebagai sumbangsih literasi bagi khazanah keilmuan nasional. Kehadiran 8.211 karya yang terhimpun dalam satu dokumentasi utuh diharapkan mampu menjadi rujukan akademis bagi para peneliti, pengamat budaya, serta praktisi pendidikan Islam di Indonesia.

Melalui kepemimpinannya di Yayasan Riyadhatul Ihsan dan Yayasan Tunas Sejati, Susilawati terus mendorong pentingnya pengarsipan karya secara tertulis dan terstruktur. Langkah ini diambil agar warisan pemikiran yang telah dibangun selama 40 tahun tidak tergerus oleh zaman, melainkan tetap menjadi inspirasi yang hidup bagi pembangunan karakter bangsa di masa kini dan masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User