Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — BNPB Padamkan 421 Hektare Karhutla di Enam Provinsi

Asap tebal yang sempat membumbung tinggi di atas hamparan hutan dan lahan gambut kini perlahan menyusut. Berkat kerja keras satgas gabungan di lapangan, Ba

JAKARTA — BNPB Padamkan 421 Hektare Karhutla di Enam Provinsi

Asap tebal yang sempat membumbung tinggi di atas hamparan hutan dan lahan gambut kini perlahan menyusut. Berkat kerja keras satgas gabungan di lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi keberhasilan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 421 hektare yang tersebar di enam provinsi prioritas. Keberhasilan ini menjadi capaian krusial dalam meminimalisasi risiko bencana asap dan menjaga kualitas udara di kawasan rawan.

Perjuangan memadamkan kobaran api tersebut tidaklah ringan. Para petugas di lapangan harus berpacu dengan waktu, menembus medan jelajah yang sulit, serta bertahan di tengah cuaca terik yang menyengat. Kombinasi operasi darat oleh tim pemadam dan gempuran udara melalui helikopter pembom air (water bombing) menjadi kunci utama dalam menundukkan si jago merah yang sempat mengancam vegetasi dan ekosistem lokal.

Upaya Kolaboratif Udara dan Darat

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan karhutla ini merupakan hasil koordinasi terpadu antara BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian LHK, serta sukarelawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Sinergi antar-lembaga dan kecepatan dalam merespons munculnya titik panas (hotspot) adalah faktor penentu. Setiap titik api sekecil apa pun harus segera dipadamkan sebelum menembus lapisan gambut yang lebih dalam dan makin sulit dikendalikan," ungkap juru bicara BNPB tersebut.

Pengerjaan pemadaman difokuskan di enam provinsi yang secara historis memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penanganan di wilayah daratan gambut mendapatkan perhatian paling intensif karena material organiknya yang tebal sangat rentan terbakar dan menyimpan bara dalam waktu lama.

Wilayah Prioritas Fokus Area Penanganan Metode Pemadaman Utama
Riau & Sumatera Selatan Lahan Gambut & Perkebunan Water Bombing & Patroli Darat
Jambi Kawasan Konservasi & Gambut Pemadaman Darat & TMC
Kalimantan Barat & Tengah Hutan Sekunder & Gambut Dalam Water Bombing & Satgas Desa
Kalimantan Selatan Semak Belukar & Ring-1 Bandara Operasi Darat Intensif

Tantangan Gambut dan Kewaspadaan Kemarau

Meskipun area seluas 421 hektare telah berhasil dijinakkan, BNPB mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh mengendur. Proses pemadaman pada lahan gambut membutuhkan pasokan air yang sangat besar karena api kerap membara tersembunyi di bawah permukaan (ground fire). Petugas harus melakukan penanganan lanjutan berupa pembasahan berulang (mopping up) untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi menyala kembali saat tertiup angin kencang.

Selain mengandalkan helikopter pembom air dan armada darat, pemerintah juga terus mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memicu hujan buatan di atas daerah tangkapan air dan lokasi karhutla. Di sisi lain, imbauan tegas terus disuarakan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak swasta agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Ke depan, BNPB bersama pemerintah daerah bertekad untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dari tingkat desa. Dengan kesadaran bersama dan aksi cepat di lapangan, ancaman bencana asap tahunan yang merugikan kesehatan publik serta sektor perekonomian diharapkan dapat dicegah secara maksimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User