Sep 19, 2026
Hukum

INGGRIS — Sejuta Warga Rencanakan Pesta Protes di Kantor Boris Johnson

LONDON — Kemarahan publik Inggris terhadap Perdana Menteri Boris Johnson mencapai puncaknya setelah terungkapnya skandal pesta Natal di kediaman resminya s

INGGRIS — Sejuta Warga Rencanakan Pesta Protes di Kantor Boris Johnson

LONDON — Kemarahan publik Inggris terhadap Perdana Menteri Boris Johnson mencapai puncaknya setelah terungkapnya skandal pesta Natal di kediaman resminya saat negara tersebut memberlakukan pembatasan ketat (lockdown) akibat pandemi Covid-19. Sebagai bentuk protes satire yang masif, lebih dari satu juta warga Inggris menyatakan minat untuk menghadiri sebuah acara festive rave atau pesta musik besar-besaran yang digagas di media sosial Facebook, tepat di depan pintu 10 Downing Street.

Aksi unik ini diorganisir oleh seorang DJ asal Skotlandia, Jon Mancini, sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa pejabat pemerintah melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada malam Natal tersebut mendadak viral dan menarik perhatian publik secara global, menjadi simbol kekecewaan mendalam rakyat terhadap standar ganda para pemimpin politik.

Skandal 'Partygate' yang Melukai Hati Masyarakat

Skandal yang kemudian dikenal dengan sebutan "Partygate" ini bermula dari laporan beberapa media mengenai dugaan adanya perayaan Natal internal yang dihadiri oleh puluhan staf dan pejabat di kediaman resmi Perdana Menteri pada Desember tahun lalu. Padahal, saat itu seluruh warga Inggris diwajibkan untuk menjaga jarak fisik, menunda pertemuan keluarga, dan berdiam diri di rumah demi menekan penyebaran virus corona.

Banyak warga yang merasa terkhianati karena saat mereka tidak bisa mendampingi anggota keluarga yang sekarat di rumah sakit atau merayakan liburan bersama orang tercinta, para pejabat di lingkaran kekuasaan justru merayakan pesta meriah secara tersembunyi.

Inisiatif Unik Sang DJ dan Respons Luar Biasa

Melihat ketidakadilan tersebut, DJ Jon Mancini membuat laman acara di Facebook bertajuk "MASSIVE RAVE AT 10 DOWNING STREET". Dalam uraian acaranya yang bersifat hiperbolis dan sindiran tajam, ia mengundang seluruh rakyat untuk hadir dan mengabaikan protokol kesehatan, persis seperti yang diduga dilakukan oleh staf Downing Street.

"Pesta besar di 10 Downing Street. Tidak ada pembatasan jarak sosial yang diperlukan. Bawa minuman Anda sendiri!" demikian keterangan yang tertulis pada halaman resmi acara di Facebook tersebut.

Respons terhadap ajakan tersebut melampaui perkiraan awal. Hanya dalam beberapa hari, angka partisipasi melonjak tajam dengan detail sebagai berikut:

  • Lebih dari 1 juta pengguna: Menyatakan akan hadir (RSVP) atau tertarik dengan acara protes rave tersebut.
  • Dukungan Musisi: Beberapa produser musik dan DJ lokal turut menawarkan diri untuk mengisi jajaran pengisi acara (line-up).
  • Komentar Satire: Ribuan komentar membanjiri laman tersebut dengan lelucon dan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada pemerintah Inggris.

Tekanan Politik Terhadap Kepemimpinan Boris Johnson

Meskipun acara rave tersebut kemungkinan besar merupakan bentuk protes konseptual dan satire digital, dampaknya terhadap citra politik Boris Johnson sangat nyata. Gelombang kecaman datang tidak hanya dari masyarakat umum dan oposisi Partai Buruh, tetapi juga dari internal Partai Konservatif sendiri.

Perdana Menteri Boris Johnson berada di bawah tekanan hebat untuk memberikan klarifikasi transparan dan meminta maaf secara terbuka. Skandal ini dinilai melunturkan kepercayaan publik terhadap kebijakan penanganan pandemi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Di tengah krisis kesehatan global, kepatuhan masyarakat sangat bergantung pada ketaatan teladan dari para pemimpinnya.

Protes massal berbasis media sosial ini menjadi bukti nyata bagaimana kemarahan kolektif masyarakat dapat terorganisir dengan cepat secara digital, mengubah sebuah lelucon menjadi amunisi politik yang menekan posisi seorang kepala pemerintahan di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User